Menurut Menkeu Sri Mulyani, harga minyak memang sering mengalami lonjakan. Namun baru pertama kali ini dalam hidupnya ia menjumpai harga minyak berada di angka negatif.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 09 Desember 2020 - 09:21 WIB
WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jika pandemi COVID-19 telah mengubah perekonomian global. Tak hanya di tahun ini namun juga tahun berikutnya.
Pandemi membuat berbagai pasar global mengalami shock atau goncangan yang luar biasa. Salah satunya, pasar minyak mentah. Bahkan pada April lalu, harga minyak mentah menyentuh angka negatif.
Menurutnya, harga minyak memang sering mengalami lonjakan. Namun baru pertama kali ini dalam hidupnya ia menjumpai harga minyak berada di angka negatif.
"Bahkan harga minyak kalau masih ingat sempat dua hari mengalami harga negatif, seumur saya menjadi menteri atau profesional ekonom belum pernah kita mengalami negative price," kata wanita yang akrab disapa Ani ini saat membuka acara Tempo bertajuk Pendemi dan Keberlanjutan Reformasi Pajak, Selasa (8/12). "Melonjak sering, volatile iya, tapi negatif baru pertama kali dalam hidup saya."
Pada Senin 20/4 lalu, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) acuan West Texas Intermediate (WTI) anjlok menjadi minus 37,63 dolar AS per barel. Angka ini adalah yang terendah sejak NYMEX membuka perdagangan minyak berjangka pada 1983 silam.
Yang mana, penurunan harga ini tak lepas dari menurunnya permintaan pasar akibat pandemi virus corona. Tak hanya itu, pandemi juga membuat modal asing keluar dengan deras dari pasar domestik.
Kondisi krisis ekonomi tak hanya dialami oleh negara-negara berkembang, namun negara maju juga tak luput dari dampak pandemi ini. Termasuk Inggris yang termasuk negara berekonomi kuat sebelum pandemi. "Menteri Keuangan Inggris dalam Parlemen Inggris mereka mengatakan mereka menghadapi kondisi ekonomi terburuk dalam 300 tahun terakhir," ujar Ani.
Di Indonesia sendiri, pemulihan ekonomi masih terus diupayakan. Namun yang jelas menurut Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Indonesia sudah melalui titik terdalam. Sehingga saat ini, ekonomi nasional tengah merangkak menuju ke arah perbaikan. "Sinyal positif perekonomian sudah jelas, semakin jelas," kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Pertemuan Tahunan BI 2020 yang digelar secara virtual, melalui laman YouTube, Kamis (3/12).
(wk/zodi)