Para Senator Partai Republik Serukan Trump Mundur dari Jabatan
Dunia

Mereka meminta agar Presiden Trump mundur dan menyerukan Wakil Presiden Mike Pence untuk menggunakan Amandemen ke-25 jika Trump menolak seruan tersebut.

WowKeren - Sejumlah Senator Partai Republik rupanya turut menyerukan agar Presiden Donald Trump mengundurkan diri menyusul insiden kerusuhan massa yang dilakukan oleh pendukungnya di Gedung Capitol Hill pada Rabu (6/1) pekan lalu.

Pat Toomey misalnya, yang selama ini merupakan pendukung konservatif Trump. Sebelumnya, Toomey bahkan sempat mengatakan jika kekalahan dalam pemilu membuatnya semakin gila.

"Saya pikir cara terbaik bagi negara kita adalah jika presiden mengundurkan diri. Perilaku Trump telah keterlaluan dan terlibat dalam aktivitas yang benar-benar tidak terpikirkan dan tidak dapat dimaafkan," ujar Toomey, sebagaimana dilansir dari CNN.

Menurtut Toomey, saat ini tidak ada cukup waktu untuk memakzulkan presiden dalam waktu kurang dari sepuluh hari hingga masa jabatan Trump berakhir. Trump lantas meyakini usai lengser dari jabatannya, Trump dapat dimintai pertanggungjawaban terkait penyerbuan pendukungnya di Gedung Kongres.

Selain Toomey, Senator Partai Republik lainnya, Lisa Murkowski dan Ben Sasse, juga mengatakan jika Trump harus segera mundur dari jabatannya. Sasse yang sejak awal kerap mengkritisi Trump bahkan mengatakan jika ia mempertimbangkan untuk memakzulkan presiden.

Anggota DPR dari Partai Republik, Adam Kinzinger, juga meminta agar Trump mundur dan menyerukan Wakil Presiden Mike Pence untuk menggunakan Amandemen ke-25 jika Trump menolak seruan tersebut.

Sementara itu, seorang penasehat mengatakan jika Pence menentang gagasan untuk menggunakan Amandemen ke-25 Konstitusi Amerika untuk melengserkan Trump.


Di sisi lain, Demokrat mengatakan sekitar 200 anggota parlemen mereka telah mendukung agar Trump dimakzulkan, dengan pemungutan suara di Dewan dalam pekan ini tetapi persidangan di Senat mungkin akan tertunda selama berbulan-bulan.

Sebelumnya, desakan terkait pencopotan Trump juga diutarakan oleh Jaksa Agung Distrik Columbia Karl Racine, dengan meminta Pence agar mengajukan Amandemen ke-25. Dia menilai Pence dianggap lebih layak mengemban posisi presiden dibanding Trump.

"Tidak peduli Anda menyukai Wakil Presiden Pence atau tidak, faktanya dia lebih cocok untuk jabatan ini. Kami membutuhkan panglima tertinggi yang akan memenuhi tanggung jawab konstitusionalnya," ujarnya.

Sementara itu, kerusuhan terjadi setelah massa pendukung Donald Trump sempat menerobos Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat. Massa menyerbu Capitol pada saat rapat Kongres terkait finalisasi penghitungan hasil suara Pilpres AS yang memenangkan Joe Biden dilaksanakan.

Menurut sumber seorang anggota Kongres AS, petugas kepolisian pengamanan obyek vital langsung bersiaga dengan mencabut senjata api mereka ketika massa Trump hendak menerobos ke ruang sidang.

Sumber itu mengatakan para pendukung Trump terus menggedor-gedor pintu masuk ruang sidang yang dikunci.

"Petugas keamanan Kongres dan kepolisian ibu kota bersiaga dengan memegang senjata api, sementara para pengunjuk rasa terus menggedor pintu. Kami diminta mengenakan masker gas air mata dan tiarap," kata sumber itu.

Sebagai informasi tambahan, Kongres sudah mengesahkan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS. Pengesahan ini dilakukan beberapa jam setelah terjadi kerusuhan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts