Begini Kata KPI Soal Penggunaan Face Shield Tanpa Masker Saat Siaran, Bakal Ada Sanksi?
TV
Seleb vs CoronaSeleb vs Corona

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya buka suara terkait kontroversi artis yang hanya mengenakan face shield tanpa pakai masker saat tampil di layar kaca.

WowKeren - Belakangan ini artis-artis yang menggunakan face shield tanpa memakai masker saat tampil di layar kaca sedang menjadi kontroversi. Terlebih lagi setelah aksi tersebut mendapatkan sorotan dari pakar kesehatan lantaran dinilai tak efektif mencegah penyebaran COVID-19.

Lantas baru-baru ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun menanggapi hal tersebut dengan menerbitkan surat keputusan tentang dukungan lembaga penyiaran dalam upaya pencegahan dan penanggulangan persebaran COVID-19. Surat itu diterbitkan dan mulai berlaku sejak 25 November 2020.

Pada salah satu poin di surat keputusan tersebut, KPI memperbolehkan talent menggunakan salah satu: masker atau face shield saat siaran. Namun dengan catatan bahwa hal itu berlaku selama jumlah orang saat siaran tak banyak.

"Dalam satu layar kaca itu bisa lebih dari lima orang hadir. Otomatis jarak ini harus diperhatikan karena sebagian besar talent tidak memakai masker, hanya face shield," kata koordinator Bidang Siaran Komisi Penyiaran KPI, Mimah seperti dilansir dari Okezone.com saat dihubungi, Senin (11/1).


Mimah juga menjelaskan bahwa biasanya sering terjadi di program acara hiburan yang kerap menghadirkan banyak talent dengan jumlah berlebihan dan hanya mengenakan face shield. Pihak KPI pun tahu bahwa sejumlah artis yang biasa mengisi acara televisi sudah terpapar COVID-19.

Oleh karenanya, kini KPI juga sedang mempertimbangkan terkait sanksi tegas terhadap televisi yang masih menyiarkan para artis dengan face shield tanpa masker. Rencananya, dalam waktu dekat KPI akan memanggil pihak stasiun televisi terkait untuk melakukan pendekatan komunikasi.

"Bulan ini kami akan memanggil seluruh stasiun televisi untuk mengidentifikasi lagi bahwa program-program yang dimaksud segera mengikuti dan mematuhi surat ketetapan," terang Mimah.

Kendati demikian, KPI meminta agar semua pihak turut menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Termasuk juga kesadaran para artis sebagai pengisi acara.

"Posisi KPI akan berusaha mengingatkan kembali bahwa lembaga penyiaran sebaiknya segera menyesuaikan diri. Jangan hanya untuk kepentingan industri, menarik penonton, akhirnya mengabaikan hal-hal penting bagi kesehatan," pungkas Mimah.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts