Trump Bantah Pidatonya Picu Kerusuhan di Capitol
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Trump diketahui memberikan pidato pada 5 Januari dan mengatakan bahwa pilpres AS telah dicurangi. Kemudian massa pendukungnya menyerbu Gedung Capitol Hill pada 6 Januari.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah telah menyampaikan pidato yang membuat pendukungnya melakukan kekerasan di Gedung Capitol Hill. Trump diketahui memberikan pidato pada 5 Januari, kemudian pendukungnya menyerbu Gedung Capitol Hill 6 Januari.

Terkait hal tersebut, Trump tidak merasa telah mendorong para pendukung untuk berbuat kekerasan. "Mereka telah memahami pidato saya, kata-kata saya, kalimat terakhir saya," kata Trump, sebagaimana dilansir dari CNN.

Pria berusia 74 tahun tersebut yakin tidak ada yang salah dari ucapannya. Trump juga yakin pidatonya tidak ada hubungannya dengan massa yang menyerbu Gedung Capitol Hill melakukan kekerasan hingga kericuhan akibat pidatonya.

Pada 5 Januari lalu, Trump berpidato di hadapan banyak pendukungnya di Washington. Dia mengatakan bahwa pilpres AS telah dicurangi, sehingga Joe Biden yang dinyatakan menang. Trump lalu menyampaikan bahwa pendukungnya perlu menunjukkan kekuatan dengan mendatangi gedung Capitol Hill, Washington DC.

Keesokan harinya, yakni 6 Januari, massa lalu mendatangi Gedung Kongres. Mereka juga memaksa anggota parlemen untuk meninggalkan gedung dan tidak memberi cap resmi kemenangan Joe Biden.


Akibat peristiwa tersebut, 68 orang ditangkap. Mereka akan langsung menjalani proses persidangan. Kepolisian setempat juga masih terus mencari orang-orang yang membuat kericuhan.

Tak sampai di sana, Facebook dan Twitter kemudian memblokir akun Donald Trump. Kepala Kepolisian Capitol, Steven Sund, juga mengundurkan diri usai peristiwa tersebut.

Tak hanya itu, Partai Demokrat AS juga ingin memakzulkan Trump. Demokrat menilai Trump telah menggerakkan pendukungnya untuk melakukan kekerasan di Gedung Capitol Hill.

Di sisi lain, kerusuhan terjadi akibat massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu dan merusak Gedung Capitol sebagai bentuk penolakan pengukuhan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden tahun ini oleh Kongres.

Menurut sumber seorang anggota Kongres AS, petugas kepolisian pengamanan obyek vital langsung bersiaga dengan mencabut senjata api mereka ketika massa Trump hendak menerobos ke ruang sidang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts