Buntut Hampir 1 Juta Kasus Positif COVID-19, Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Membaik Kuartal II-2021
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Indonesia tengah 'menuju' 1 juta kasus positif COVID-19. Situasi ini membuat pertumbuhan ekonomi di Kuartal I-2021 masih terkontraksi dan baru akan rebounddi Kuartal II.

WowKeren - Hampir sepekan belakangan, Indonesia melaporkan belasan ribu kasus positif COVID-19 setiap hari sampai total kumulatifnya per Minggu (17/1) kemarin adalah 907.929. Dan buntut "menuju" 1 juta kasus positif COVID-19 ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati rupanya pesimis perekonomian Indonesia akan membaik di Kuartal I-2021.

Buntut Hampir 1 Juta Kasus Positif COVID-19, Sri Mulyani \'Ramal\' Ekonomi RI Membaik Kuartal II-2021

Twitter/BNPB_Indonesia

Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi Indonesia baru akan rebound alias membaik di Kuartal II-2021. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memperkirakan konsumsi masyarakat pada Kuartal I-2021 masih melemah seiring dengan berbagai pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah demi mengendalikan penyebaran virus SARS-CoV-2.

Namun demi rebound-nya pertumbuhan ekonomi ini, Sri Mulyani berharap agar mobilitas masyarakat bisa kembali tinggi di Kuartal II-2021. Ia pun berharap agar mobilitas di Kuartal II-2021 lebih tinggi daripada periode April-Mei 2020 silam yang menjadi momentum awal pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).


"Sehingga kita punya foto di Jalan Thamrin Jakarta kosong, ada orang bawa bantal di Jalan Thamrin tidur. Itu diharapkan tidak akan terjadi lagi," kata Sri Mulyani, Jumat (15/1). "Jadi kalau kita lihat Kuartal II-2021 mobilitas lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dan itu terjemahannya konsumsi lebih bagus."

Kuartal II-2021 sendiri, imbuh Sri Mulyani, juga bertepatan dengan periode high season demand masyarakat. Sebab pada periode itu sejalan dengan momentum Ramadan dan libur Lebaran.

Sri Mulyani memperkirakan juga pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021 tak akan terkontraksi sedalam periode Kuartal II-2020, yaitu minus 5,32 persen year on year (yoy). Namun selain itu, efektivitas vaksinasi COVID-19 juga akan menjadi penentu pemulihan ekonomi dalam negeri sebab vaksin dipercaya akan memberi kepercayaan diri dan rasa aman untuk beraktivitas kepada masyarakat.

"Terlihat kalau orang dengan vaksinasi dan disiplin kesehatan maka merasa lebih safe melakukan kegiatan. Sehingga mobilitas bisa lebih tinggi meningkat dibandingkan situasi tanpa vaksin dan kesadaran disiplin kesehatan," tegas Sri Mulyani, menekankan pentingnya untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, dilansir dari Kontan.

Optimisme Sri Mulyani ini sendiri sejalan dengan neraca perdagangan Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan sektor ekspor. Sri Mulyani mengungkap ada peningkatan angka ekspor sampai 8,4 persen secara month on month (mom).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts