Menkeu Beber Pemerintah Telah Keluarkan Anggaran Hingga Rp10,7 Triliun Untuk Pasien COVID-19
Instagram/smindrawati
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) membeberkan jumlah pembiayaan terhadap masyarakat Indonesia yang terpapar COVID-19 selama ini. Anggaran dana yang telah dikeluarkan pemerintah mencapai Rp10,7 triliun.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih menjadi sebuah permasalahan global. Masing-masing negara di dunia mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa segera mengatasi COVID-19, termasuk Indonesia.

Angka kasus COVID-19 di Indonesia terbilang masih cukup tinggi, meski telah mengalami penurunan. Belakangan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah telah menghabiskan anggaran hingga Rp10,7 triliun untuk membiayai perawatan masyarakat yang terinfeksi COVID-19.

"Ini artinya apa? APBN itu langsung tunai kepada masyarakat atau pemda, dinikmati, itu karena kita ingin melindungi masyarakat," terang Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita edisi Mei 2021, Selasa (25/5).

Selain itu, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah juga menggelontorkan dana sebesar Rp7,4 triliun untuk pembiayaan vaksin COVID-19. Dana itu dialokasikan untuk pengadaan vaksin COVID-19 tahap pertama sebesar 12,4 juta dosis dan tahap kedua sebanyak 7,6 juta dosis.

"Per 20 Mei 2021, total vaksin telah mencapai 23,9 juta dosis, masyarakat mendapatkan vaksin untuk dilindungi dari COVID-19 dan langsung dibayar oleh APBN," ungkap Sri Mulyani.


Tidak hanya itu, pemerintah juga menggelontorkan dana sebesar Rp9,59 triliun untuk membantu UMKM dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Bantuan tersebut telah diserahkan kepada 8,29 juta pelaku usaha mikro.

Lebih lanjut, pemerintah menyalurkan dana APBN kepada sekolah sebagai bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp4,5 triliun kepada 3,45 juta siswa. Kemudian, APBN juga diberikan untuk pemeliharaan infrastruktur jalan dan jaringan yang pelaksanaannya di Kementerian PUPR sebesar Rp1,5 triliun.

Seluruh komponen belanja langsung yang diserahkan kepada masyarakat itu termasuk dalam kategori belanja barang. Sejauh ini, tercatat realisasi belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat mengalami kenaikan sebanyak 1.156 persen dari Rp2,1 triliun menjadi Rp25,8 triliun per April 2021.

Sri Mulyani menyampaikan per April 2021, realisasi belanja barang mencapai hingga Rp98,7 triliun atau naik sebesar 87,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Sri Mulyani menyampaikan bahwa realisasi belanja barang naik tinggi pada kategori belanja barang operasional dan non-operasional yang mencapai Rp42,4 triliun.

Kemudian diikuti dengan belanja barang BLU yang naik 37,9 persen menjadi Rp113, triliun dan belanja barang pemeliharaan yang tumbuh 28,5 persen menjadi Rp7,1 triliun. Total kenaikannya mencapai Rp42,4 triliun.

(wk/wahy)


You can share this post!

Related Posts