Gigi Hadid Bicara Soal 'Jembatan Etnis', Merasa 'Terlalu Putih' untuk Pertahankan Darah Arab-nya
Instagram/gigihadid
Selebriti

Gigi Hadid mencontohkan dirinya dan sang kekasih yang merupakan "bentuk" dari perpaduan ras. Ayah Gigi adalah orang Palestina dan ibunya adalah orang Belanda.

WowKeren - Supermodel Gigi Hadid dalam wawancara baru-baru ini berbicara mengenai putrinya Khai dengan Zayn Malik. Meski belum satu tahun keduanya menyambut buah hati mereka namun keduanya tampaknya sudah memiliki visi yang jelas bagaimana membesarkan putri mereka.

"Kami memikirkannya dan banyak membicarakannya sebagai mitra dan itu adalah sesuatu yang sangat penting bagi kami," kata Gigi yang ayahnya orang Palestina dan ibunya orang Belanda, kepada i-D untuk The New Worldwi-De Issue. "Tetapi itu juga sesuatu yang pertama kali kami alami sendiri."

Ia mencontohkan dirinya dan sang kekasih yang merupakan "bentuk" dari perpaduan ras. Ayah Gigi, Mohamed Hadid, adalah orang Palestina, dan ibunya, Yolanda Hadid adalah orang Belanda. Ayah Zayn, Yaser Malik, adalah orang Inggris-Pakistan, dan ibunya, Trisha Malik, adalah orang Inggris dan keturunan Irlandia.

"Kami adalah generasi pertama dari ras campuran itu, dan kemudian itu datang dengan pengalaman generasi pertama seperti, 'Oh sial, akulah jembatannya!' Itu bukan sesuatu yang orang tua saya alami atau yang mereka dapat bantu," lanjutnya lagi. "Itu adalah sesuatu yang selalu saya pikirkan sepanjang hidup saya."


"Dalam situasi tertentu, saya merasa atau saya dibuat merasa bahwa saya terlalu putih untuk membela bagian dari warisan Arab saya," lanjut Gigi. "Anda menjalani hidup mencoba mencari tahu di mana Anda cocok secara rasial."

Pada akhirnya, Gigi memperkirakan Khai "akan tumbuh dengan perasaan yang dia bisa atau ingin menjadi jembatan untuk etnisitasnya yang berbeda." Yang jelas, hal apapun yang terkait dengan putrinya itu akan membuatnya bersemangat.

"Saya pikir akan menyenangkan untuk dapat melakukan percakapan itu, dan melihat dari mana dia berasal (dengan) itu, tanpa memasrahkan itu ke dalam dirinya," lanjutnya. "Apa yang datang darinya adalah hal yang paling membuatku bersemangat, dan juga ketika saya bisa menambahkan atau menjawab pertanyaan darinya."

Khai, dalam bahasa Arab berarti "yang terpilih". Dalam wawancara dengan Vogue, ia sempat berbicara bagaimana nama panggilan kakek-nenek mencerminkan latar belakang mereka.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts