Menkeu Sri Mulyani Optimis RI Bisa Keluar Dari Resesi Di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19
Instagram/smindrawati
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Saat ini Indonesia kembali dihadapkan dengan lonjakan kasus COVID-19. Hal ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi Menkeu untuk bisa keluar dari resesi.

WowKeren - Indonesia telah berjuang melawan COVID-19 selama lebih dari satu tahun. Banyak sektor yang menjadi lumpuh akibat pandemi tersebut, khususnya sektor perekonomian nasional.

Seperti yang diketahui, saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha keras, mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bisa menang melawan COVID-19. Selain melawan COVID-19, Indonesia juga berjuang memulihkan keadaan perekonomian nasional.

Di tengah perjuangan Indonesia untuk bisa keluar dari resesi, kasus COVID-19 malah kembali melonjak. Terkait dengan lonjakan kasus di tengah perbaikan ekonomi nasional, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani masih optimis bisa tumbuh positif pada kuartal II-2021 dengan perkiraan sekitar 7-8 persen.

Sementara untuk keseluruhan tahun bisa tumbuh positif sebesar 5 persen. Sri Mulyani menyampaikan pertumbuhan ekonomi itu bisa terjadi asalkan tidak ada kebijakan pembatasan mobilitas sangat ketat seperti lockdown atau penguncian wilayah.


Selain itu, Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa lonjakan kasus COVID-19 itu perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan sudah ada beberapa jenis mutasi COVID-19 yang lebih cepat menular masuk ke Indonesia seperti varian asal India, Inggris, dan Afrika Selatan.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menuturkan bahwa salah satu langkah untuk mengantisipasi semakin menyebarnya virus COVID-19 yakni dengan percepatan vaksinasi massal. Menurutnya, jumlah vaksinasi COVID-19 di Indonesia ini masih sangat rendah. "Akses kecepatan vaksinasi yang tidak merata dalam negara kita perlu kita lakukan strategi agar vaksinasinya semakin cepat," terang Sri Mulyani dalam webinar BPK RI, Selasa (15/6).

Senada, Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Pereokonomian) Airlangga Hartarto juga menyatakan perlu dilakukan percepatan vaksinasi COVID-19. Menurutnya, percepatan itu juga sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Jokowi bahkan memberikan arahan vaksinasi COVID-19 di bulan depan bisa mencapai 1 juta dosis. Begitu juga dengan bulan-bulan berikutnya. Dengan begitu, herd immunity akan bisa segera tercapai.

Untuk mendukung proses percepatan pelaksanaan vaksinasi massal, pemerintah juga telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dari 15 hingga 28 Juni 2021 di 34 provinsi. Segala upaya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia ini diharapkan bisa segera mengakhiri pandemi COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts