Jokowi Tuai Opini WTP dari BPK di Tengah Geger Isu Negara Tak Bisa Bayar Utang
Instagram/jokowi
Nasional

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Di sisi lain, sebelumnya BPK sempat menyoroti rasio utang pemerintah yang dianggap tidak aman.

WowKeren - Pemerintah pusat menuai prestasi di tengah berbagai kritikan yang terarah akibat penanganan pandemi COVID-19. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menganugerahkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan yang disampaikan.

Presiden Joko Widodo pun menyambut baik raihan ini dan sempat menyampaikan beberapa janji. Termasuk untuk memerhatikan rekomendasi-rekomendasi dari BPK dalam pengelolaan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terutama ketika ketat ditekan pandemi COVID-19.

"Karena itu pemerintah sangat memperhatikan rekomendasi-rekomendasi dari BPK dalam mengelola pembiayaan APBN," terang Jokowi usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) di Istana Negara, Jumat (25/6). Adalah Ketua BPK, Agung Firman yang menyerahkan LHP LKPP tersebut kepada Jokowi.

"Defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman," imbuh Jokowi. "Dilaksanakan secara responsif."

Lebih jauh diterangkan, Jokowi mengungkap pemerintah akan mendukung kebijakan counter technical, akselerasi pemulihan ekonomi, dan semua akan dikelola secara hati-hati. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan semua kebijakan tersebut dengan kredibel dan terukur.


Mantan Wali Kota Solo itu memastikan, predikat WTP bukanlah tujuan akhir dari pembuatan LKPP. Ia memastikan setiap uang rakyat dikelola secara transparan dan akuntabel.

"Memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, oleh rakyat," tegas Jokowi. Praktis predikat WTP yang diterima kali ini merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut sejak 2016.

Jokowi juga menegaskan pentingnya mempertahankan, bahkan kalau bisa meningkatkan, kualitas LKPP. Ia pun mengapresiasi BPK yang tetap bekerja dengan baik di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

"(BPK) telah melaksanakan pemeriksaan atas LKPP dengan tepat waktu," kata Jokowi. "Dan Alhamdulillah opininya adalah wajar tanpa pengecualian, WTP merupakan pencapaian yang baik di tengah tahun yang berat. Ini adalah WTP yang kelima yang diraih pemerintah berturut-turut sejak tahun 2016."

Sebelumnya BPK sempat mengungkap kekhawatiran soal besarnya utang pemerintah yang disebut melebih rasio IMF. Kementerian Keuangan pun memberikan klarifikasi soal kekhawatiran tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts