Tokyo dan 5 Perfektur Jepang Darurat Sampai 31 Agustus Imbas Pecah Rekor COVID-19
Unsplash/Jezael Melgoza
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sudah 2 hari berturut-turut Jepang mengonfirmasi 10 ribu lebih kasus COVID-19 baru. Tokyo adalah salah satu yang terparah karena mencatatkan 3 ribu lebih kasus dalam sehari.

WowKeren - Perkembangan wabah COVID-19 di Jepang tengah sangat memprihatinkan. Di tengah Olimpiade Tokyo, Jepang malah mencatatkan rekor demi rekor baru kasus COVID-19 harian.

Selama 2 hari berturut-turut ini Jepang melaporkan lebih dari 10 ribu kasus baru harian. Dan sudah 3 hari belakangan di Tokyo sendiri melaporkan tiga ribu lebih kasus positif baru dalam sehari.

Atas situasi itulah, pemerintah Jepang memutuskan untuk memberlakukan status darurat COVID-19 di 6 perfektur. Saitama, Chiba, Kanagawa, dan Osaka akan memasuki status darurat mulai 2-31 Agustus 2021.

Sedangkan saat ini ada 2 perfektur yang sudah berstatus darurat, yakni Tokyo dan Okinawa sampai 22 Agustus 2021. Namun dengan keputusan baru per Jumat (30/7) hari ini, status darurat di kedua perfektur turut diperpanjang sampai 31 Agustus 2021.

Lalu ada 5 perfektur lain yang akan memberlakukan pembatasan ketat. Yakni Hokkaido, Ishikawa, Kyoto, Hyogo, dan Fukuoka.


"Kami berada dalam krisis," tutur Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga kepada wartawan pada Kamis (29/7) kemarin. "Kami akan segera merespons krisis ini dengan pencegahan ketat di seluruh negeri sambil memproses vaksinasi."

Hal ini Suga sampaikan setelah menggelar rapat terbatas di kabinetnya. Pemerintahan Suga sendiri menyoroti perkembangan wabah yang kian mengerikan terutama di area metropolitan seperti Tokyo, juga di Saitama, Kanagawa, dan Chiba.

Sebelumnya ketiga perfektur itu sudah mendesak agar diberlakukan kembali status darurat. Dengan status ini, maka tidak boleh ada jual beli minuman beralkohol di berbagai tempat makan serta layanan karaoke juga harus ditutup.

"Sistem kesehatan sedang di ambang kolaps," ungkap Gubernur Kanagawa, Yuji Kuroiwa. "Krisis ini harus benar-benar dipahami semua orang."

Di sisi lain, Gubernur Tokyo Yuriko Koike malah menilai krisis yang terjadi akibat rendahnya kesadaran vaksinasi di kalangan anak muda. "Sangat penting untuk menyegerakan vaksinasi COVID-19 di generasi muda dan paruh baya di Tokyo," tegasnya, Rabu (28/7).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts