Tanggapan Disney ke Scarlett Johansson Soal Rilis 'Black Widow' Dianggap Serangan Berbasis Gender
Marvel Studios
Film

Women in Film, Los Angeles, ReFrame dan Time's Up mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut karakterisasi Disney atas Scarlett Johansson sebagai serangan berbasis gender.

WowKeren - Perseteruan antara Scarlett Johansson dengan Disney rupanya masih berlanjut. Johansson menggugat Disney terkait rilis film Marvel "Black Widow".

Johansson menuduh Disney telah melanggar kontrak ketika memilih untuk tidak menayangkan film tersebut secara eksklusif di bioskop. Dan tentu saja, gugatan ini dibalas dengan tegas oleh Disney.

Perseteruan rupanya berbuntut panjang. Sejumlah pihak sepakat jika tanggapan yang dilontarkan oleh Disney adalah serangan langsung. Women in Film, Los Angeles, ReFrame dan Time's Up telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut karakterisasi Disney atas Scarlett Johansson sebagai "serangan berbasis karakter gender."

Sebelumnya, Disney menyebut jika Johansson egois dan tidak memikirkan dampak pendemi ketika mencoba untuk membela kontraknya. Yang mana menurut organisasi-organisasi tersebut serangan semacam ini tidak seharusnya dilayangkan dalam bisnis.


"Kami berdiri melawan pernyataan Disney yang menyebut Johansson tidak sensitif atau egois," kata organisasi advokasi. "Serangan karakter gender ini tidak memiliki tempat dalam perselisihan bisnis dan memicu terbentuknya lingkungan di mana perempuan dan anak perempuan dianggap kurang mampu daripada laki-laki untuk melindungi kepentingan mereka sendiri tanpa menghadapi kritik ad hominem."

Sebelumnya, lakon "Black Widow" itu mengklaim bahwa menempatkan film di Disney Plus menyebabkan dia kehilangan bonus yang cukup besar yang seharusnya bisa didapat melalui rilis bioskop. Disney pun membalas dengan menyebut bahwa gugatan itu menunjukkan "pengabaian yang tidak berperasaan terhadap efek global yang mengerikan dan berkepanjangan dari pandemi COVID-19."

Pernyataan Disney mengatakan bahwa Johansson telah dibayar 20 juta dolar untuk karyanya di film tersebut. Perusahaan juga mengklaim bahwa rilis "Black Widow" di Disney Plus dengan Akses Premier secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk mendapatkan kompensasi tambahan.

Adapun munculnya gugatan semacam ini dinilai bisa memberikan dampak yang cukup luas di industri Hollywood ke depannya tentang bagaimana nasib pemeran ketika rilis bioskop "dihancurkan". Layanan streaming yang terus berkembang di tengah pandemi akan mempengaruhi bisnis teater global.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts