Dukun Terkemuka Sri Lanka Meninggal Karena COVID-19, Sempat Gembar-Gemborkan 'Air Berkah'
AFP/Lakruwan Wanniarachchi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Eliyantha White sendiri telah menarik perhatian internasional pada tahun 2010 lalu. Ia mengklaim dirinya telah memiliki kekuatan khusus sejak usia 12 tahun.

WowKeren - Seorang dukun terkemuka di Sri Lanka, Eliyantha White, dilaporkan meninggal karena COVID-19. Sebelumnya, ia sempat membuat klaim pada November lalu bahwa dirinya dapat mengakhiri pandemi yang terjadi di Sri Lanka maupun negara tetangganya, India.

Bukan dengan cara medis melainkan hanya dengan menuangkan air yang telah diberkati atau air berkah (blessed water) ke sungai. Menteri Kesehatan Pavithra Wanniarachchi sempat mendukung upaya itu, namun sayangnya ia justru terinfeksi dua bulan kemudian. Tak lama setelahnya, Wanniarachchi telah diturunkan dari pangkatnya, namun tetap berada di kabinet.

White sendiri telah menarik perhatian internasional pada tahun 2010 lalu. Kala itu, pemain kriket legendaris India Sachin Tendulkar secara terbuka berterima kasih kepadanya karena telah mengobati cedera lutut. Di tahun yang sama, ketika berbicara dengan AFP, White mengklaim dirinya telah memiliki kekuatan khusus sejak usia 12 tahun.

White sendiri adalah satu dari sekian banyak orang di dunia yang menolak untuk divaksin, sebagaimana disampaikan oleh keluarganya. Jenazahnya dikremasi di pemakaman utama Kolombo pada Kamis (23/9) dengan prosedur pencegahan COVID-19.


Di mata para dokter arus utama, White dipandang sebagai penipu bahkan dokter Ayurveda menolak klaimnya. White mengatakan jika dirinya menggunakan metode dari tradisi medis India kuno yang berusia 3.000 tahun.

Sementara itu, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa mengakui jika White telah mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hal itu disampaikan olehnya melalui cuitan di Twitter. Rajapaksa adalah satu dari sejumlah politisi yang berkonsultasi dengan White.

"Warisannya akan terus hidup sepanjang masa," tulisnya. "Dia menyentuh dan menyembuhkan berbagai penyakit."

Sementara itu, Sri Lanka telah mencatat total kematian akibat virus corona melebihi angka 12.000. Sedangkan orang yang terinfeksi jumlahnya lebih dari setengah juta sejauh ini.

Namun, dokter mengatakan bahwa jumlah korban meninggal bisa lebih banyak dari yang tercatat. Pihak berwenang telah melakukan kremasi massal untuk membersihkan mayat yang menumpuk di rumah sakit dan kamar mayat.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts