Dukung Pembukaan Wisata Di Phuket, Pemerintah Thailand Siapkan Alat Uji Antigen
pixabay.com
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Pemerintah Thailand telah siap menerima wisatawan asing yang mengikuti program 'Phuket Sandbox'. Meski demikian, ada sejumlah aturan dan persiapan yang diterapkan pemerintah.

WowKeren - Pemerintah Thailand telah kembali membuka dan mengizinkan bagi wisatawan asing untuk mengikuti "Phuket Sandbox". Meski demikian, pemerintah Thailand juga menerapkan sejumlah persyaratan, khususnya terkait dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, dalam mendukung promosi wisata di Phuket itu, pemerintah juga menyediakan serta mendistribusikan alat uji antigen untuk masyarakat di Pulau Selatan Thailand itu. Adapun hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur NHSO Zona 11 Panida Chantharangsikul.

"Kantor Keamanan Kesehatan Nasional menyediakan 139.375 set alat uji antigen (ATK) untuk didistribusikan di Phuket untuk mendukung promosi wisata di pulau selatan yang terkotak pasir," tutur Panida, Rabu (6/10).

Selanjutnya, Panida menuturkan bahwa total ada 800.675 set ATK yang dialokasikan ke provinsi selatan di bawah yuridiksi NHSO Zona 11 yang berbasis di Surat Thani. Phuket sendiri diketahui telah menerima sebanyak 139.375 set.


Sementara itu, Organisasi publik dan swasta di provinsi itu membantu mendistribusikan ATK lantaran mereka menyadari bahwa itu akan mempercepat pengujian COVID-19 dan membantu menahan penyebaran virus. Selain itu, Dinkes provinsi, rumah sakit, apotek, dan klinik juga telah berpartisipasi.

Di sisi lain, Rumah Sakit Patong dan Vachira Phuket, khususnya, telah memiliki personel dan peralatan yang memungkinkan mereka untuk secara aktif mendistribusikan alat tes ke kelompok sasaran dan pasien isolasi rumah dan komunitas. Serta 27 apotek juga ikut ambil bagian, hasilnya alat tes sudah didistribusikan dengan cepat.

Lebih lanjut, Panida menuturkan bahwa toko obat juga membantu dalam menasehati masyarakat untuk mendapatkan ATK di klinik Tambon dan dari relawan kesehatan di daerah mereka. Menurutnya, hal ini bisa mencegah agar tidak ada masyarakat yang terpapar COVID-19 sampai pada gejala berat.

"Pendistribusian ATK memungkinkan masyarakat untuk melakukan tes COVID-19 sebelum memasuki proses pengobatan," papar Panida. "Tanpa kit, mereka harus pergi ke unit dan pusat pengujian jika mereka berisiko."

Berdasarkan data NHSO per Rabu (6/10), kata Panida, sudah ada 477.798 set ATK yang didistribusikan ke 233.910 orang di seluruh negeri. Sementara itu, dari 105.526 yang melakukan tes, sekitar 1.144 orang di antaranya dilaporkan positif COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts