Ini Simbol Mahkota aespa di Konsep Foto 'SYNK DIVE' untuk Album 'Savage', Maknanya Cantik Banget
Twitter/aespa_official
Musik

Konsep foto teaser 'SYNK DIVE' yang digunakan untuk berpromosi mini album aespa 'Savage' ternyata memiliki sejumlah fakta dan simbol yang menarik diketahui penggemarnya.

WowKeren - Konsep yang disuguhkan grup rookie Aespa terus menjadi perhatian publik. Bagaimana tidak, girl grup yang beranggota empat orang wanita ini mengusung tema yang menonjol visual bak dewi yang dimiliki mereka.

Setelah sukses dengan single "Black Mamba" dan "Next Level", aespa akhirnya merilis album terbaru mereka "Savage" dengan lagu utama berjudul sama. Setelah teaser mereka untuk lagu "Savage" dirilis, aespa menjadi topik hangat karena semuanya mulai dari gaya, visual, pakaian hingga fotografi memiliki kualitas tinggi.

Saat menggelar showcase "Savage" yang dipandu oleh Jae Jae, sang MC berkomentar secara khusus pada foto berkonsep "SYNK DIVE" mereka. "Yang ini juga membuat netizen menjadi gila segera setelah dirilis. Bagiku, itu seperti melihat sesuatu dari Mitologi Yunani dan Romawi," ungkap Jae Jae.

"Pertama, yang mencolok dari gambar SYNK DIVE kami adalah hiasan kepala yang kami kenakan, itu dibuat khusus untuk album ini. Kalau diperhatikan lebih dekat, ada lambang untuk setiap anggota," ungkap Karina menjelaskan.

Diketahui bahwa simbol Karina adalah hati, seperti yang terlihat pada dua hati di atas dahinya. Lambang Giselle adalah bulan sabit sehingga seluruh bagiannya melengkung. Lambang Winter juga mudah dikenali jika memperbesar detail topengnya. Bintang-bintang kecil disematkan di seluruh itu untuk mewakilinya.


Photo-INFO

Sumber: Twitter

Sedangkan lambang Ningning adalah kupu-kupu. Mahkota bajanya itu mungkin terlihat seperti bunga bagi sebagian orang pada pandangan pertama, tetapi sebenarnya itu adalah sayap kupu-kupu yang halus.

Ternyata baru terungkap bahwa foto-foto tersebut adalah grafik komputer yang dengan sempurna diedit sehingga membuat penampilan luar biasa para member aespa. Hal ini dijelaskan langsung oleh aespa ketika berada di acara mereka. "Ini sebenarnya adalah grafik komputer di atas foto," ungkap Jae Jae menjelaskan.

"Semua ini dilakukan melalui grafik komputer. Tidak ada apa-apa di sana ketika kami mengambil foto. Kami hanya berpose di sana untuk pemotretan, tetapi hasilnya bagus," ungkap Ningning yang mengaku tidak kalah terkejutnya seperti penggemar.

"Ketika kami mulai memotret, semuanya dilakukan sangat teliti. Kami akan memiringkan kepala kami tiga derajat lagi dan mengambilnya lagi di sudut ini, lagi seperti ini dan lagi seperti itu. Jadi butuh waktu yang sangat, sangat lama untuk menyelesaikannya," kata Karina menjelaskan kesulitannya.

Sementara itu, "Savage" baru-baru kembali meraih prestasi lewat album pertama mereka. aespa resmi menjadi Half-Million Seller setelah merilis mini album "Savage" yang terjual lebih dari 513 ribu copy.

(wk/taki)

You can share this post!

Related Posts