Get Healthy : Mantan Obesitas Ini Bongkar Mitos-Mitos Salah Tentang Diet, Apa Saja?
/Dokumentasi Fikri
Health
Get Healthy

Banyak orang enggan mencari tau fakta hingga melahirkan mitos tentang diet. Akui sempat percaya, Fikri Ardian bongkar beberapa anggapan diet yang ternyata hanya mitos.

WowKeren - Banyak orang memiliki anggapan salah tentang diet. Anggapan-anggapan ini terus berkembang menjadi mitos. Populernya mitos-mitos diet membuat banyak orang memercayainya. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Fikri Ardian. Fikri mengaku sempat memercayai beberapa mitos diet ketika masih remaja.

Saat duduk di bangku SMA, Fikri adalah seorang remaja yang bertubuh gemuk. Karena itulah ia mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan. Fikri mengaku sempat tidak mengonsumsi nasi. Ia percaya jika nasi bisa membuat gemuk. Beberapa mitos-mitos lain tentang makanan juga sempat ia percayai.


Photo-INFO

TikTok/mantanobesitas



Sampai akhirnya, Fikri ada di titik berhasil menurunkan berat badan. Hal ini membuatnya semakin percaya bahwa mitos yang ia percayai benar. Rasa puas berhasil diet membuatnya lengah. Ia perlahan kembali ke pola hidup awal. Fikri kembali mengonsumsi nasi dan tanpa sadar makan berlebihan. Akibatnya, berat badannya naik lagi hingga menyentuh angka 110 kg.

Kondisi obesitas ini akhirnya membuat Fikri sadar bahwa proses dietnya itu salah. Setelah sadar, ia pun mengevaluasi dan memperbaiki kesalahannya. Hasilnya, ia berhasil mematahkan mitos-mitos yang sebelumnya sempat ia percayai. Beberapa ilmu juga sering ia bagikan di akun TikTok-nya yang bernama mantanobesitas.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Fikri secara eksklusif membongkar beberapa mitos-mitos yang salah saat diet. Penasaran apa saja? Ini dia selengkapnya.

(wk/yoan)

1. Diet Adalah Proses Menurunkan Berat Badan Cepat


Diet Adalah Proses Menurunkan Berat Badan Cepat
TikTok/mantanobesitas

Mitos yang paling banyak dipercayai adalah anggapan jika diet bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Padahal, Fikri mengungkapkan bahwa mustahil jika menginginkan hasil yang cepat karena diet adalah proses maraton yang panjang

"Secara matematika, harusnya dalam satu bulan wajarnya orang bisa menurunkan lemak 1-2 kg. Tetapi, ekspektasi orang-orang terkadang terlalu tinggi. Inginnya satu bulan turun 10 kg. Seolah-olah mereka lupa, bahwa dulu dari kurus sampai jadi obesitas juga membutuhkan waktu yang tidak singkat," ujar Fikri.

Fikri menyebut banyak sekali orang yang dietnya sudah benar, namun tidak sabar. Akibatnya, mereka merasa tidak ada hasil dan memutuskan berhenti diet. Inilah cikal bakal anggapan tentang "gagal diet".

"Terkadang, kita diet sudah benar, walaupun tidak sempurna. Karena memang diet tidak menuntut kesempurnaan. Tapi prosesnya kita enggak sabar," lanjut Fikri. "(Kalau) dilakukan dengan sabar, nanti hasilnya waktu yang akan menjawab."

2. Diet = Makan Sesedikit Mungkin


Diet = Makan Sesedikit Mungkin
TikTok/mantanobesitas

Makan sedikit saat diet juga termasuk mitos yang paling populer. Padahal, porsi makan sedikit justru membuat seseorang mudah lelah dan lesu. Menurut Fikri, hal itu menjadi penyebab turunnya imunitas tubuh ketika diet. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah jatuh sakit.

"Itulah kenapa ada orang yang bilang begini, 'sudah deh jangan diet, mending gemuk saja yang penting kamu sehat'. Padahal, secara penelitian pun tidak menemukan kata obesitas itu sehat," jelas Fikri. "Tapi, anggapan itu datangnya dari mana? Ya dari itu tadi, ketika orang menganggap diet itu sama dengan makan sedikit. Akhirnya yang disalahkan dietnya."

3. Menghindari Konsumsi "Makanan Jahat"


Menghindari Konsumsi
TikTok/mantanobesitas

Menurut Fikri, seseorang cenderung memilah-milah makanan saat pertama kali memulai diet. Bagi mereka, ada makanan yang baik dikonsumsi dan ada yang "jahat". Mitos ini sebenarnya anggapan yang salah karena pada dasarnya semua makanan itu baik.

"(Ketika) kita memilah-milah makanan, seolah-olah ada makanan yang baik dan ada makanan yang jahat. Ada makanan yang eat clean dan ada makanan yang kotor, misalnya. Padahal sebenernya tidak," jelas Fikri. "(Sebenarnya itu) hanya soal komposisi makanannya saja. Misalnya, ada karbohidrat, mana yang lebih tinggi? Atau lemaknya lebih tinggi? Itulah yang dijuluki seolah-olah makanan jahat."

4. Makan Malam Menyebabkan Kegemukan


Makan Malam Menyebabkan Kegemukan
TikTok/mantanobesitas

Mitos selanjutnya adalah tentang makan malam. Banyak anggapan yang menyatakan bahwa saat malam hari metabolisme tubuh melambat. Sehingga, banyak orang menganggap makan malam bisa menyebabkan kegemukan.

Meski demikian, Fikri menyatakan bahwa konsep penurunan berat badan adalah makan tidak melebihi kebutuhan kalori harian. Karena itulah, salah satu penyebab kegemukan bukanlah makan malam. Kegemukan terjadi ketika makan berlebihan dan disimpan menjadi cadangan lemak.

"Selagi kita tidak makan berlebihan, atau bahkan kita makan di bawah kebutuhan kalori sehari-hari, (maka) yang terjadi adalah pembakaran lemak. Cadangan lemak diambil oleh tubuh sebagai suplai energi. Jadi kita memahami konsep itu dulu saja. Dari situ kita sudah bisa mematahkan berbagai mitos," beber Fikri.

5. Minum Air Es Penyebab Berat Badan Naik


Minum Air Es Penyebab Berat Badan Naik
TikTok/mantanobesitas

Selain makanan, mitos lain mengenai diet adalah minum air es. Banyak yang percaya jika air es menyebabkan berat badan naik. Fikri pun pernah memercayai mitos tersebut ketika ia mulai berdiet.

"Teman saya bilang, 'loh Fik, kamu jangan minum air es, nanti berat badanmu bertambah'. Eh kok apesnya, berat badan saya besoknya bertambah," ungkap Fikri. "Padahal (sebenarnya) bertambahnya berat badan saya bukan karena air esnya, melainkan karena memang saya mengonsumsi makanan secara berlebihan."

Kepercayaan terhadap mitos memang menjadi hak setiap orang. Namun, hal ini akan berbahaya apabila disebarkan kepada orang lain. Apalagi, jika kesalahan itu dipercaya dan dilakukan selama bertahun-tahun.

6. Jangan Mudah Percaya Mitos Diet Yang Salah


Jangan Mudah Percaya Mitos Diet Yang Salah
TikTok/mantanobesitas

Bukannya mencari fakta, masyarakat cenderung lebih percaya jika ada embel-embel "katanya". Hal ini yang menyebabkan mitos-mitos salah tentang diet berkembang dan dipercayai.

Karena itulah, langkah pertama yang dilakukan sebelum memulai diet adalah memahami konsep lebih dulu. Dengan memahami konsep dasar, seseorang tidak akan terjebak dalam mitos diet. Setelah itu, proses dietnya akan berjalan dengan benar.

Selain paham konsep, menemukan motivasi diet juga penting. Menurut Fikri, motivasi akan membantu proses diet menjadi lebih konsisten. Namun, Fikri juga berpesan untuk menemukan motivasi jangka panjang, bukan jangka pendek.

"Kalau untuk anak muda mungkin motivasinya sesederhana. (Seperti) ingin badan terlihat lebih bagus. Tapi akhirnya, ketemunya motivasi jangka pendek. Tidak bertahan lama motivasi semacam itu," jelas Fikri. "(Motivasi jangka panjang misalnya) menyadari kesehatan adalah yang utama."

7. Konsep Diet Yang Benar


Konsep Diet Yang Benar
Instagram/mantanobesitas

Menurut Fikri, konsep diet yang paling penting adalah memahami kalori. Kondisi kegemukan akan terjadi apabila jumlah kalori yang masuk melebihi kalori yang keluar. Kalori masuk didapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Sedangkan, kalori keluar dipengaruhi oleh kondisi tubuh, berat badan, hingga aktivitas sehari-hari. Karena itulah jumlah kalori keluar masing-masing individu berbeda.

Konsep yang kedua adalah mencukupi kebutuhan nutrisi. Fikri berpesan untuk sebisa mungkin memakan makanan yang tinggi protein, cukup karbohidrat, dan rendah lemak. Ketika seseorang sudah memegang kedua konsep dasar itu, maka akan lebih mudah untuk membedakan mana mitos dan mana fakta.

Jika bingung memahami konsep dasar, jangan terlalu risau. Lakukan saja terlebih dahulu, karena prinsip diet yang paling sederhana adalah diet yang segera dilakukan.

"Jangan bingung masalah kalori dan makronutrisi dulu, belajarnya nanti saja. Di awal, silahkan dimulai dengan mengonsumsi makanan yang kamu makan selama ini, tetap 3 kali sehari, tapi dengan catatan berusaha untuk mengonsumsi makanan lebih tinggi protein, cukup karbohidrat, dan rendah lemak," pesan Fikri. "Baru deh (setelah itu) mulai belajar apa itu kalori dan makronutrisi."

You can share this post!