Get Healthy : Tak Melulu Eat Clean, Ibu Tiga Anak Ini Ungkap Rahasia Pilih Menu Sehat Saat Diet!
/Dokumentasi Hanifah
Health
Get Healthy

Meski tidak menerapkan pola makan eat clean yang terlalu ketat, Hanifah Arfan tetap sukses menurunkan berat badan sampai 32 kg. Intip rahasianya memilih menu makanan sehari-hari berikut ini!

WowKeren - Para pejuang diet pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah eat clean. Eat clean dikenal sebagai pola makan diet yang hanya mengonsumsi makanan "bersih" saja. Umumnya, makanan yang dikonsumsi terbatas hanya sayuran mentah atau rebusan. Banyak orang menerapkan eat clean dan sukses menurunkan berat badan.

Meski demikian, menerapkan pola makan eat clean tentu tidak mudah. Terutama bagi seseorang yang pola makan sebelumnya sangat fleksibel. Hal ini juga terjadi pada Hanifah Arfan. Wanita berusia 35 tahun ini mengaku sulit menerapkan pola makan yang benar-benar eat clean.


Photo-INFO

TikTok/hanifah_arfan



Sebelumnya, Hanifah sempat bertubuh gemuk. Ia pun mencoba berbagai upaya untuk kurus. Mulai dari mengonsumsi pil pelangsing, olahraga berlebihan, hingga hanya makan sayur-sayuran. Hal ini menyebabkan ia menderita asam lambung karena pencernaannya terganggu.

Sadar bahwa proses diet yang dijalani membuatnya tidak sehat, Hanifah perlahan mulai mengenali tubuhnya lagi. Saat itulah Hanifah tahu bahwa ia tidak bisa menerapkan pola makan yang terlalu eat clean. Pola makan ini tidak bisa dijalaninya untuk waktu yang lama. Ia menginginkan pola makan yang bisa dipertahankan seumur hidup.

Walaupun tidak menerapkan pola makan eat clean, Hanifah tetap berhasil menurunkan berat badan dari 89 kg menjadi 57 kg. Bahkan setelah melahirkan anak ketiga, berat badannya tidak terlalu banyak mengalami kenaikan. Selain itu, kini ia merasa lebih bugar dan bahagia.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Hanifah secara eksklusif membagikan rahasianya tetap turun berat badan meski tidak menerapkan eat clean. Apa saja? Ini dia selengkapnya.

(wk/yoan)

1. Perlahan Kurangi Porsi Makan


Perlahan Kurangi Porsi Makan
pexels/Yente Van Eynde

Banyak orang menghindari makanan mengandung lemak saat menjalani diet. Terutama, jika menerapkan pola makan eat clean. Makanan yang dimakan terbatas sayuran mentah, rebus dan tidak menggunakan minyak. Padahal, Hanifah mengungkapkan jika tubuh membutuhkan lemak untuk membantu menurunkan lemak perut dan kolesterol.

"Kalau kita mau makan, dalam satu piring itu butuh satu genggam karbohidrat, satu telapak tangan protein, satu genggam sayur, dan lemaknya satu (ruas) ibu jari kalau perempuan, kalau laki-laki dua (ruas) ibu jari. Artinya 1-2 sendok teh. Entah itu lemaknya mau pakai minyak, santan, atau lemak yang dihasilkan dari protein hewani," ujar Hanifah.

Karena itulah, jika memang merasa kesulitan untuk menerapkan eat clean, jangan terburu-buru mengurungkan niat berdiet. Kalian masih bisa menerapkan diet dengan menu makanan sehari-hari. Namun, tetap kontrol porsinya.

"Kalau nasinya banyak, kita (kurangi jadi) separuh. (Misalnya) lauk (ada) tiga macam (seperti) ayam, telur, dan tempe. Pilih salah satu," lanjut Hanifah. "Mau enggak mau, kalau aktivitasnya sangat tinggi, satu-satunya jalan kalau ingin turun berat badan, tetap makan seperti biasa tapi porsinya dikurangi."

2. Hitung Kebutuhan Kalori Harian


Hitung Kebutuhan Kalori Harian
pexels/Pixabay

Prinsip utama dalam diet adalah defisit kalori. Defisit kalori merupakan kondisi ketika jumlah kalori masuk lebih sedikit daripada kalori keluar. Jadi pada prinsipnya, berat badan masih bisa turun tanpa mengonsumsi eat clean.

Hanifah mengakui jika menerapkan eat clean, lemak tubuh memang turun lebih cepat. Meski demikian, perbedaan penurunan berat badannya juga tidak terlalu signifikan. Karena itulah ia memilih untuk tidak menerapkan eat clean namun tetap menghitung jumlah kalori masuk.

"Tips pertama adalah menghitung jumlah kalori yang masuk. Jadi, walaupun makanan itu tidak clean food, yang penting kita hitung," jelas Hanifah. "Mau pakai clean food pun kalau kita makannya di atas kebutuhan kalori, tetap naik berat badan."

Untuk membantu mencatat jumlah kalori makanan yang masuk, Hanifah menyarankan untuk menggunakan aplikasi penghitung kalori. Hal ini akan memudahkan seseorang untuk mengatur kebutuhan kalori harian.

3. Jangan Lupa Selalu Cukupi Kebutuhan Air


Jangan Lupa Selalu Cukupi Kebutuhan Air
pexels/Pixabay

Ketika sedang diet, ingatlah untuk selalu memenuhi kebutuhan air. Diakui Hanifah, banyak orang yang lupa mencukupi kebutuhan air saat berdiet. Padahal, air sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Selain itu, kebutuhan air yang cukup akan membantu mengontrol nafsu makan secara alami.

"Karena ketika minumnya berkurang, misalnya kebutuhan saya minum sehari 2,5-3 liter. Saya waktu liburan minumnya cuma setengah liter. Jadinya ingin ngemil terus," beber Hanifah. "Tapi kalau kita cukup minumnya, itu lumayan mengontrol rasa lapar secara alami."

4. Usahakan Masak Makanan Sendiri


Usahakan Masak Makanan Sendiri
pexels/Klaus Nielsen

Hanifah mengakui meski ia tidak menerapkan eat clean yang ketat, makanan yang dimakan pun tidak sembarangan. Ia selalu mengusahakan memasak sendiri makanannya. Dengan masak sendiri, ia lebih leluasa menyesuaikan makanan dengan kebutuhan tubuh.

"Misalnya ingin sate, ya sudah saya bikin sate versi yang lebih sehat. Pakai bumbu kacang. Mau tempe bumbu, saya bikin," ujar Hanifah. "Saya walaupun makan yang digoreng, itu saya pastikan menggorengnya sendiri dengan minyaknya yang masih baru."

Memasak untuk diet memang membutuhkan cukup waktu. Hal ini tentu saja menjadi kendala setiap orang. Terutama bagi para pekerja kantoran. Awalnya, Hanifah juga kesulitan untuk membagi waktunya beraktivitas dan memasak. Sampai akhirnya, ia menemukan cara yang memudahkannya.

"Saya juga sudah siapin bawang merah dan bawang putih blender, saya masukin kulkas. Bumbu sudah disusun. Kunyit, salam itu diplastikin kecil-kecil (dan) disusun. Jadi kalau mau masak, tinggal tuang saja. Cepat jadi masaknya," lanjut Hanifah. "Semenjak menerapkan itu, saya sudah enggak kesulitan lagi."

5. Perhatikan Cara Pengolahan Makanan


Perhatikan Cara Pengolahan Makanan
pexels/cottonbro

Ketika memasak makanan diet, hal yang harus diperhatikan adalah cara mengolah makanan. Cara pengolahan yang salah membuat makanan menjadi tidak sehat.

Selain itu, minyak banyak dihindari ketika menerapkan eat clean. Padahal, minyak mengandung omega-3 yang dibutuhkan tubuh. Hanifah pun masih menggunakan minyak ketika memasak. Namun, penggunaan minyak untuk menggoreng baiknya hanya digunakan satu kali.

Tidak hanya saat menggoreng, pengolahan santan juga harus diperhatikan. Pada prinsipnya, santan mengandung lemak nabati yang baik untuk tubuh. Namun, cara pengolahan yang salah membuat kandungan santan menjadi tidak sehat.

"Sebenarnya bukan enggak boleh kita makan santan. Tapi gimana cara masak santan yang sehat? Yang pertama, jangan menginap. Jika memasak santan, pastikan masakan itu habis dalam satu hari. Itulah yang bikin santan jadi enggak sehat," ungkap Hanifah. "Kedua, jangan dimasak terlalu lama. Jadi (kalau masak santan) masukkan santan saat masakan hampir matang."

6. Eat Clean Bukan Batasan Memilih Makanan


<i>Eat Clean</i> Bukan Batasan Memilih Makanan
pexels/ROMAN ODINTSOV

Pada dasarnya, eat clean tidak membatasi pemilihan makanan. Makanan masih dikatakan clean food jika setelah dimasak nilai kalorinya tidak naik secara signifikan. Biasanya, penambahan kalori ini didapat dari penggunaan kecap, saus, hingga minyak berlebihan.

"Makanan itu masih tetap dikatakan clean food kalau setelah dimasak nilai kalorinya tidak melonjak jauh lebih tinggi dari sebelumnya," jelas Hanifah. "Jadi, clean food itu ditentukan dari berapa banyak jumlah lemak, garam, dan bumbu dalam makanan itu. (Selain itu) cara memasaknya (apakah) membuat makanan itu jadi tinggi kalori."

Dalam kondisi eat clean yang terlalu ketat, nafsu makan seseorang cenderung ditekan. Kondisi ini akan membuat seseorang menjadi emosional dan makan berlebihan. Dengan menerapkan pola makan biasa namun tetap sehat, seseorang bisa terhindar dari emotional eating.

"Saya lebih memilih santai saja, makan tetap sehat, masak sendiri, makan tetap sehat tapi tidak eat clean banget, untuk mengurangi rasa (emotional eating). Untuk menghilangkan rasa nafsu yang terlalu berlebihan yang membuat kita jadi dendam," beber Hanifah.

7. Sesuaikan Pola Makan Dengan Kondisi Tubuh


Sesuaikan Pola Makan Dengan Kondisi Tubuh
/Dokumentasi Hanifah

Pada akhirnya, hidup adalah tentang pilihan. Baik eat clean atau tidak, selama menjalani dietnya bahagia dan tidak membuat stres pun tidak masalah. Karena diet bukan hanya tentang menurunkan berat badan, tetapi lifestyle yang bisa diterapkan seumur hidup. Jadi, kenali tubuh masing-masing dan sesuaikan pola makan dengan kondisi tubuh.

"Jika memilih eat clean sebagai jalan yang terbaik, dan bisa dijalankan seumur hidup, ya enggak apa-apa. Tapi kalau enggak bisa menjalankan eat clean, cari iramanya sampai hanya diri kita yang bisa memahami. Hanya diri kita sendiri yang bisa mahami tubuh kita. Jadi, pastikan anda paham bagaimana pola tubuh anda, jalankan itu sebagai lifestyle dan sabar,” pungkas Hanifah.

You can share this post!