Rumah Sakit Kewalahan, Belanda Transfer Pasien COVID-19 ke Jerman
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pada hari Selasa Otoritas kesehatan Belanda (NZA) mengatakan hampir sepertiga dari semua ruang operasi di Belanda telah ditutup untuk membatasi penggunaan tempat perawatan intensif.

WowKeren - Belanda mulai menghadapi tekanan pada rumah sakitnya ketika menghadapi kasus COVID-19 yang kian meningkat. Bahkan pada Selasa (23/11), negara ini mulai mengangkut pasien mereka untuk dipindahkan melintasi perbatasan ke Jerman.

Langkah itu diharapkan mampu mengurangi tekanan pada rumah sakit, yang telah mengurangi perawatan rutin untuk menangani lonjakan kasus virus corona. Otoritas kesehatan setempat mengatakan jika seorang pasien telah dipindahkan dengan ambulans dari Rotterdam ke sebuah rumah sakit di Bochum, sekitar 240 km timur, hari ini.

Satu lagi pasien akan menyusul untuk hari berikutnya. Selama beberapa hari terakhir, jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit Belanda telah membengkak ke level tertinggi sejak Mei. Kondisi ini diperkirakan akan meningkat lebih lanjut karena infeksi melonjak ke level rekor.


Hingga Senin (22/11), 470 dari total 1.050 tempat tidur perawatan intensif di Belanda digunakan untuk pasien COVID-19. Bahkan, rumah sakit sudah mengurangi prosedur lain termasuk perawatan kanker dan operasi jantung, untuk memberi ruang.

Pada hari Selasa Otoritas kesehatan Belanda (NZA) mengatakan hampir sepertiga dari semua ruang operasi di Belanda telah ditutup untuk membatasi penggunaan tempat perawatan intensif. Tenggat waktu untuk operasi kritis tidak dapat dipenuhi di sekitar seperlima dari semua rumah sakit Belanda. Berbagai jenis perawatan juga telah dibatalkan di 49 dari 73 rumah sakit di negara itu.

Sementara itu, rumah sakit di Jerman secara total telah menawarkan 20 tempat tidur untuk pasien dari Belanda, setelah merawat puluhan selama gelombang pandemi sebelumnya. Pemerintah telah berencana untuk memberlakukan pembatasan lebih lanjut untuk menahan virus.

Namun sayangnya, rencana ini justru menuai protes hingga memicu kerusuhan tiga malam mulai Jumat dan lebih dari 170 penangkapan terjadi di sejumlah kota di seluruh negeri. Kerusuhan semacam ini tak hanya terjadi di Belanda namun juga negara-negara Eropa lainnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts