CEO Moderna Ungkap Vaksin COVID-19 Baru Untuk Lawan Varian Omicron Mungkin Tersedia Tahun Depan
Flickr/Governor Tom Wolf
Dunia
Pandemi Virus Corona

Meski demikian, saat ini masih belum jelas apakah formulasi baru Vaksin COVID-19 diperlukan. Atau apakah vaksinasi COVID-19 yang ada saat ini bisa memberikan perlindungan terhadap varian Omicron.

WowKeren - CEO Moderna, Paul Burton, menyatakan bahwa perusahaannya mungkin akan bisa merilis Vaksin COVID-19 baru yang dimodifikasi untuk melawan Varian Omicron tahun depan. Burton sendiri mencurigai jika Varian Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan tersebut dapat menghindari vaksin COVID-19 yang ada saat ini.

Meski demikian, saat ini masih belum jelas apakah formulasi baru Vaksin COVID-19 diperlukan. Atau apakah vaksinasi COVID-19 yang ada bisa memberikan perlindungan terhadap varian baru yang telah terdeteksi di banyak negara di dunia.

"Kita harus tahu tentang kemampuan vaksin saat ini untuk memberikan perlindungan dalam beberapa minggu ke depan, tetapi hal yang luar biasa tentang vaksin mRNA, platform Moderna adalah kita bisa bergerak sangat cepat," ujar Burton di "Andrew Marr Show" yang disiarkan BBC, Minggu (28/11). "Jika kita harus membuat vaksin baru, saya pikir kita harus menunggu hingga awal 2022 sebelum benar-benar tersedia dalam jumlah besar."

Menurut Burton, vaksin COVID-19 tetap memberikan perlindungan tergantung berapa lama seseorang telah divaksinasi. Untuk saat ini, tutur Burton, saran terbaik adalah menerima Vaksin COVID-19 yang ada.


"Jika orang-orang tidak bisa menentukan dan Anda belum divaksinasi, (maka pilih saja) divaksinasi," kata Burton. "Ini adalah virus yang tampak berbahaya, tetapi saya pikir kami memiliki banyak alat di armamentarium kami sekarang untuk melawannya."

Pada Jumat (26/11) pekan lalu, Moderna menyatakan bahwa pihaknya bekerja cepat untuk menguji vaksin mereka yang ada saat ini terhadap varian Omicron. Moderna juga mempelajari dua kandidat booster.

"Sejak awal 2021, Moderna telah mengembangkan strategi komprehensif untuk mengantisipasi varian baru yang menjadi perhatian," demikian pernyataan Moderna sebelumnya.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan Omicron sebagai "Variant of Concern" yang mengkhawatirkan. WHO masih mendalami dampak potensial Varian Omicron pada tindakan pencegahan yang ada, termasuk Vaksin COVID-19.

Namun bukti awal menunjukkan bahwa Varian Omicron kemungkinan meningkatkan risiko infeksi ulang dibanding varian lainnya. Dengan begitu, orang yang sebelumnya telah terpapar COVID-19 bisa lebih mudah terinfeksi ulang dengan Varian Omicron. Meski demikian, informasi terkait hal ini masih terbatas. WHO menyatakan informasi lebih lanjut tentang ini akan tersedia dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts