Bikin Publik Tak Terima, Patung Cristiano Ronaldo di India Tuai Kontroversi
Instagram/cristiano
Dunia

Patung itu dipasang di kota utama Goa, Panaji. Alih-alih disambut antusias, patung itu justru memicu pengunjuk rasa yang membawa bendera hitam berkumpul di lokasi untuk memprotes.

WowKeren - Nama Cristiano Ronaldo tentu sudah tak asing lagi di telinga para penggemar sepak bola. Sepak terjangnya di lapangan hijau tak perlu diragukan. Bahkan di India, telah dibangun patung sosok tersebut yang sayangnya justru menuai kontroversi.

Sebuah patung baru yang berbentuk sosok dari superstar tersebut telah memicu kontroversi di negara bagian Goa, India. Penduduk menolak pesepakbola Portugis itu seakan lebih dihormati ketimbang pemain dari India sendiri.

Pada Rabu (29/12), Menteri di pemerintah negara bagian Goa, Michael Lobo, mencuitkan bahwa patung itu bertujuan untuk mempromosikan sepak bola sebagai olahraga. Hal itu ditujukan untuk menginspirasi kaum muda agar mau memainkan permainan olah raga itu.

Menurutnya, Ronaldo adalah sosok yang sangat populer ketika orang-orang berbicara mengenai sepak bola. Alasan itulah yang membuatnya memutuskan untuk memasang patung tersebut.


"Ketika orang berbicara tentang sepak bola, mereka berbicara tentang Cristiano Ronaldo," ujarnya. "Jadi kami memasang patung ini di sini agar anak laki-laki dan perempuan di usia yang sangat, sangat muda untuk mendapatkan inspirasi, mereka merasa terinspirasi dan cinta dan gairah untuk permainan ini akan tumbuh."

Patung itu memiliki berat 400 kg dan dipasang di kota utama Goa, Panaji. Alih-alih disambut antusias, patung itu justru memicu pengunjuk rasa yang membawa bendera hitam berkumpul di lokasi untuk memprotes, menurut kantor berita IANS India.

Mereka tentu saja marah. Bukan hanya karena keputusan untuk menghormati pesepakbola asing, tetapi fakta bahwa pilihan telah menjadi pemain dari Portugal dipandang sebagai penghinaan tertentu.

Hal itu merujuk pada sejarah Goa sendiri, ketika negara Eropa telah menduduki wilayah itu selama berabad-abad. Kepada IANS Lobo mengatakan bahwa para pengunjuk rasa "sangat membenci" sepak bola.

Di India, kriket tetap menjadi olahraga paling populer. Namun di beberapa area, sepak bola lebih populer seperti Goa. Lobo mengatakan bahwa meskipun memiliki populasi lebih dari 1,3 miliar, India lebih buruk dalam sepak bola daripada banyak negara lain yang jauh lebih kecil.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts