HITSfluencer : Arman Vesona, Bikin Terpesona Gunakan Musikal Komedi untuk Edukasi
Dokumentasi Arman
Selebriti
HITSfluencer

Arman Vesona sukses membuat musikal komedi dan edukasi serta eksis sebagai konten kreator selama lebih dari 10 tahun. Seperti apa perjuangan Arman? Simak kisah selengkapnya berikut Ini.

WowKeren - Makin ramainya dunia media sosial menuntut para kreator untuk selalu aktif membuat konten. Aneka inovasi tak berhenti dilakukan demi menjaga kualitas konten dan penonton. Seperti yang dilakukan oleh Arman Vesona. Pria bernama asli Arman Firmansyah ini dengan kreatif melakukan banyak inovasi konten musik hingga eksis menjadi kreator mulai tahun 2012 sampai sekarang.

Memulai karier konten kreatornya di YouTube, channel Arman Vesona kini sudah berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta subscribers. Yang lebih fantastis lagi, Arman juga memiliki total jumlah penayangan sampai lebih dari 900 juta views. Ia berhasil membuktikan bahwa musik-musik kreatif juga bisa ditampilkan dengan bumbu komedi.



Salah satu unggahan Arman yang paling ikonis di YouTube adalah saat ia membuat video musik bertajuk "Makan Bang". Alunan musik yang asyik ditambah lirik yang menghibur mampu mencuri hati penonton. Hingga kini, video yang diunggah pada 1 Maret 2017 ini sudah mendapatkan total lebih dari 11 juta kali penayangan.

Seolah tak pernah kehilangan ide kreatif, Arman pun mengembangkan kontennya di TikTok. Lewat akun TikTok, @armanvesona, ia mengunggah variasi konten baru dengan menggabungkan musik komedi dan edukasi. Tak disangka, eksperimen Arman ini sukses membuat akun TikTok-nya mengumpulkan lebih dari 2,4 juta pengikut dengan 28,1 juta likes.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Arman secara eksklusif membocorkan rahasia suksesnya menjadi konten kreator. Apa saja? Simak penuturan Arman berikut ini.

(wk/yoan)

1. Berawal Dari Facebook Hingga Berlabuh ke YouTube


Berawal Dari Facebook Hingga Berlabuh ke YouTube
TikTok/armanvesona

Ketertarikan Arman terhadap musik sudah muncul jauh sebelum dirinya terjun menjadi konten kreator. Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Arman tertarik mempelajari software-software musik. Keterampilan Arman pun makin berkembang sejak ia tergabung dalam sebuah band yang membuatnya mempelajari beragam alat musik.

"Pertama kali kelas 6 SD dikenalin software musik. Singkat cerita, waktu kelas 2 SMP diajak nge-band. Aku tertarik sama gitar listrik dan aliran (musik) pop-punk, rock, alternative rock bahkan sampai metal," beber Arman. "Gara-gara aku bisa main alat musik, jadi main software musik lebih gampang, terus sampai sekarang."

Tak puas hanya belajar software musik, Arman mulai belajar editing video. Hasil karya pertamanya pun ia unggah dan bagikan kepada teman-teman di Facebook. Sampai suatu ketika, ia tergerak untuk menggunggah video hasil karyanya ke YouTube.

"Pas bisa bikin satu video, aku share ke teman di sekolah. Misalkan, ada orang bawa laptop, 'ayo dong lihat video aku'. Kalau di dunia media sosial, sharing-nya lewat Facebook. Di tag ke teman-teman," lanjut Arman. "Pas ketemu 'MysteryGuitarMan', salah satu YouTuber musik yang juga komedi, baru setelah itu coba YouTube. Dari situlah mulai konsisten bikin video. Itu di tahun 2012."

2. Sempat Beberapa Kali Ubah Branding


Sempat Beberapa Kali Ubah <i>Branding</i>
TikTok/armanvesona

Awal mengunggah konten di YouTube, Arman sempat menamai channel-nya dengan “ArizerXion”. Pada tahun 2015, ia memutuskan untuk mengubah nama menjadi “ArmanArX”. Merasa tak ada makna khusus dibalik namanya, ia pun mengubah lagi menjadi “Arman Vesona” di tahun 2019.

"Aku rasakan berkarya di YouTube tahun 2012, Instagram 2015, TikTok 2019, itu sesuai masanya. Aku sampai mengubah berkali-kali branding. 'ArizerXion' masih random banget. Aku enggak cuma bikin musik, kadang sulap kayak Zach King atau Corridor Digital," jelas Arman. "'ArmanArX' di Instagram aku ubah jadi orang yang paling tampan memesona. Di TikTok branding lagi biar musik aku itu TikTok banget. Jadilah karakter Arman Vesona yang sekarang."

Melalui nama "Arman Vesona", ia ingin menyampaikan pesan tersirat kepada banyak orang agar lebih percaya diri terhadap penampilan dan pesonanya.

3. Ciptakan Karya Tanpa Referensi


Ciptakan Karya Tanpa Referensi
TikTok/armanvesona

Saat pertama kali di TikTok, Arman harus jeli memperhitungkan konten yang diunggah. Pasalnya, segmentasi penonton TikTok berbeda dengan YouTube. Ia kemudian melakukan berbagai penyesuaian musik. Ditambah, Arman juga berinisiatif menambahkan bumbu edukasi di balik musik komedi miliknya.

"Ada pertanyaan, 'kok kontennya enggak berfaedah'? Yang aku tangkap enggak berfaedah itu, enggak bikin orang menemukan sesuatu yang baru. Ya sudah aku masukkan saja (konten) 'Ini Bukan Headset' untuk memperbaiki kesalahan orang. Dikemas menjadi musik, komedi, dan ada edukasinya," ujar Arman. "Enggak ada (referensi). Musik komedi edukasi itu benar-benar inovasi sih. Jadi, bisa dibilang berkarya tanpa referensi."

Dalam konten "Ini Bukan Headset", Arman memberikan edukasi mengenai penyebutan headset yang tidak tepat. Dikemas dengan musik asyik bergaya komedi, Arman berhasil memberikan informasi sekaligus hiburan kepada banyak orang. Hingga kini, unggahan pertama konten "Ini Bukan Headset" sudah ditonton lebih dari 8 juta kali.

4. Perkuat Branding dengan Lahirkan Karakter Unik


 Perkuat <i>Branding</i> dengan Lahirkan Karakter Unik
TikTok/armanvesona

Tak hanya serial bertajuk "Ini Bukan", Arman juga memiliki beragam varisi konten lain seperti "Belajar Menghitung" dan "Ini Cara Pakai yang Salah". Selain musik yang bikin terngiang-ngiang, adanya karakter selain Arman di dalam konten juga menarik perhatian. Karakter yang kerap muncul ini tak lain adalah Ermen, Irmin, dan Bebek Daki.

"Aku suka bebek, jadi terbentuklah karakter Daki (Ducky) sebagai hewan peliharaan Arman Vesona," jelas Arman. "Saat pandemi Covid-19, aku enggak bisa bertemu orang. Jadi kepikiran ide, 'kenapa enggak bikin karakter lain yang meranin aku juga. Lalu dikembangkan, Ermen dengan karakter suka nge-rap, berpenampilan cool dengan jaket dan kacamata hitamnya. Lalu, ada Irmin yang keibu-ibuan dengan muka yang jarang berekspresi (datar)."

Lahirnya ketiga karakter tersebut membuat konten Arman semakin berwarna. Ia pun sampai mengunggah ulang konten TikTok ke channel YouTube-nya. Tak disangka, unggahan-unggahan Arman pun sempat beberapa kali bertengger di trending YouTube.

"Di tahun kemarin, banyak banget (video) trending di YouTube, sampai puluhan video. Nah, itu pengalaman paling istimewa banget karena aku juga enggak mengerti kenapa bisa kayak gitu," tutur Arman. "Kalau di TikTok juga naik sih, kayak 'Ini Bukan Patrick'. Memang dua-duanya kadang gantian (trending), kadang barengan."

5. Tantangan Sampaikan Konten Komedi dan Edukasi


Tantangan Sampaikan Konten Komedi dan Edukasi
TikTok/armanvesona

Saat ini, Arman memilih fokus untuk membuat konten musikal dengan muatan komedi sekaligus edukasi. Ia pun mengakui bahwa mengombinasi dua hal tersebut adalah tantangan yang tidak mudah. Beberapa kali ia bahkan merasa takut jika informasi yang diberikannya salah. Meski demikian, ia tetap berusaha untuk terus menampilkan yang terbaik.

Tantangan lain yang dihadapi Arman tentu saja saat konten yang diunggahnya tidak banyak mendapatkan penonton. Hal ini sempat membuat dirinya merasa down. Saat itu terjadi, ia memilih rehat sejenak demi membangkitkan semangat. Setelah semangatnya muncul lagi, ia lantas kembali dengan konten terbaru. Bahkan, tak jarang ia muncul dengan variasi konten yang berbeda.

"Pas video peminatnya turun, aku enggak mengerti salahnya di mana. Apakah penonton enggak suka atau sistemnya? Jadi, kadang kreator bertaruh sama sistem dibanding penonton," tutur Arman. "Jadi, aku mendingan istirahat sejenak. Abis itu bikin rencana apalagi nih biar naik. Tapi kalau sudah bosan, memang kita harus coba eksperimen baru lagi. Yang penting, enggak keluar dari konteks musikal, edukasi, dan komedi."

6. Rahasia Sukses Menjadi Konten Kreator


Rahasia Sukses Menjadi Konten Kreator
TikTok/armanvesona

Berkat perjuangan yang tak pernah lelah, kini Arman sudah berhasil membuktikan eksistensinya sebagai seorang seniman musik sekaligus konten kreator. Menurut Arman, tips sukses menjadi kreator adalah membuat konten yang sesuai passion. Setelah itu, seorang kreator harus bisa konsisten dan mempunyai target yang jelas.

"Tips buat konten kreator yang baru mau bikin, kalau masih di awal, banyak ikut acara dan seminar. Intinya, memperluas jaringan kalau bisa. Setelah itu, ikuti saja apa yang kita suka. Kedua, konsisten dan dibikin target," saran Arman. "Misalnya, mau coba bikin (konten) makanan sebulan. Tapi, kalau merasa enggak sreg, boleh diganti. Mumpung penontonnya belum banyak. Kalau sudah banyak yang nonton, banyak yang suka, hati-hati kalau nge-branding."

Saat aktif membuat konten, tak jarang seorang kreator merasa kehabisan ide. Karena itulah, Arman menyarankan untuk lebih peka terhadap keadaan di sekitar. Sebab, ide-ide konten bisa saja muncul dari kejadian-kejadian kecil di kehidupan sehari-hari.

"Ide bisa cari dari kehidupan sehari-hari, sekeliling kita. Terus referensi dari googling atau nyari-nyari di internet, itu dulu. Oh iya itu tambahan ide sama referensi juga kolaborasi," ungkap Arman "Yang penting aku sudah punya basic-nya musik, komedi, edukasi, ya sudah tinggal cara mengembangkan dua hal itu."

7. Ingin Sebar Banyak Kebahagiaan Lewat Konten


Ingin Sebar Banyak Kebahagiaan Lewat Konten
TikTok/armanvesona

Hingga kini, terhitung sudah lebih dari sepuluh tahun Arman malang melintang di media sosial. Berbagai macam rintangan yang membuat jatuh bangun pun sudah pernah dilaluinya. Meski demikian, ia berhasil mengubah rintangan menjadi motivasi yang membuatnya masih eksis sampai sekarang.

"Aku saja pernah jatuh tiga kali, naik tiga kali. Yang ke empat (jatuh), naiknya lebih lagi. Jadi, waktu kita berjuang, kita bisa lebih tinggi dari yang kita perjuangkan pertama kali. Seperti mundur dua langkah, maju lebih kencang. Dari situ akhirnya makin termotivasi (bikin konten)," jelas Arman.

Ke depannya, Arman berencana untuk makin produktif lagi dengan lebih banyak merilis musik dan video klip. Ia juga berharap konten-kontennya bisa selalu memberikan kebahagiaan kepada lebih banyak orang.



You can share this post!