Sempat Disebut Gagal Masuk Dewan Direksi, Kini Elon Musk Tengah Bernegosiasi Tawaran Beli Twitter
AFP/JIJI
Dunia

Meski telah menjadi pemegang saham terbesar, hal ini rupanya tak mengurungkan niat CEO Tesla, Elon Musk untuk membeli platform media sosial Twitter. Kini ia tengah bernegosiasi dengan Dewan Perusahaan.

WowKeren - Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk disebut gagal masuk ke dalam jajaran Dewan Direksi Twitter, meski menjadi pemegang saham terbesar. Meski telah menjadi pemegang saham terbesar, Musk disebut mengajukan penawaran untuk membeli Twitter.

Tak tanggung-tanggung, Musk disebut mengajukan penawaran senilai lebih dari Rp500 triliun, tepatnya USD41 miliar atau setara Rp588,7 triliun. Berdasarkan laporan dari The New York Times, hingga Senin (25/4) dini hari, Musk diketahui masih bernegosiasi atas tawarannya tersebut.

Pada pekan sebelumnya, Musk mengatakan bahwa ia telah menganggarkan USD46,5 miliar dalam pembiayaan untuk membeli Twitter, bahkan disebut memberi tekanan pada Dewan Perusahaan untuk merundingkan kesepakatan.

The Times mengutip informasi yang didapat dari orang-orang yang mengetahui situasi yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa kedua belah pihak sedang mendiskusikan rinciannya termasuk garis waktu dan biaya jika kesepakatan ditandatangani dan kemudian berantakan. Sumber informasi tersebut mengatakan bahwa situasinya lancar dan bergerak cepat.


Sebagai informasi, Twitter sendiri telah memberlakukan tindakan anti-pengambilalihan yang dikenal sebagai pil racun yang dapat membuat upaya pengambilalihan menjadi sangat mahal. Namun Dewan memutuskan untuk bernegosiasi setelah Musk memperbarui proposalnya untuk menunjukkan bahwa dia telah mendapatkan pembiayaan, menurut The Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan bahwa negosiasi sedang berlangsung.

Sebagai pengingat, pada 14 April lalu, Musk mengumumkan tawaran untuk membeli platform media sosial seharga USD54,20 per saham atau sekitar USD43 miliar, namun pada saat itu tidak mengatakan bagaimana ia akan membiayai akuisisi tersebut.

Kemudian pada pekan lalu, Musk mengatakan bahwa dalam dokumen yang diajukan ke regulator sekuritas AS bahwa uang itu akan datang dari Morgan Stanley dan bank lain, beberapa di antaranya dijamin dengan saham besar di pembuat mobil listrik. Namun terkait hal ini, Twitter enggan berkomentar.

Musk mengungkapkan alasannya yang ingin untuk membeli Twitter karena ia tidak merasa itu memenuhi potensinya sebagai platform untuk kebebasan berbicara. Maka dari itu, ia ingin membelinya sehingga bisa lebih memberikan pelonggaran bagi penggunanya untuk berpendapat.

Hal itu dapat dilihat dari dalam beberapa minggu terakhir, di mana Musk telah menyuarakan sejumlah perubahan yang diusulkan untuk perusahaan, mulai dari melonggarkan pembatasan kontennya seperti aturan yang menangguhkan akun mantan Presiden Donald Trump hingga membersihkan platform dari masalahnya dengan akun palsu dan otomatis.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait