HITSfluencer : Atika Fitriani, Kuasai Banyak Aksen Negara Sampai Jadi Kreator Inovatif
Dokumentasi Atika
Selebriti
HITSfluencer

Dengan kreatif dan inovatif, Atika Fitriani berhasil membuat kemasan drama menghibur lewat aksen-aksen negara yang disatukan dalam sebuah konten. Ini dia cerita selengkapnya!

WowKeren - Aksen atau logat berbahasa merupakan gaya khas yang kerap menjadi identitas sebuah negara. Biasanya, beberapa orang akan langsung mengenali asal negara hanya dari aksen bahasa yang digunakan. Lantas, bagaimana jika aksen-aksen negara ini disatukan dalam sebuah konten? Tentu saja menarik! Hal inilah yang dilakukan oleh Atika Fitriani. Pemilik akun TikTok, @ftrniatika, ini dengan inovatif membuat kemasan drama pendek yang menghibur lewat aksen-aksen negara yang dikuasainya.

Aktif di TikTok sejak tahun 2020, Atika kini sudah menjaring lebih dari 814 ribu pengikut. Ditambah, ia juga mengumpulkan lebih dari 20 juta likes. Lewat drama pendek unggahannya, mahasiswi Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala ini berhasil menyebarkan pentingnya penguasaan bahasa asing kepada para pengikutnya.



Dalam unggahan konten, Atika tampil lewat banyak karakter yang mewakili aksen setiap negara. Mulai dari Bu Howard sebagai guru kelas dengan aksen Amerika, sampai Kekeyi, Ning Ning, Dede, Allesha, Nano, dan Sofia sebagai siswa yang masing-masing berasal dari Indonesia, Filipina, Malaysia, India, Thailand dan Prancis. Karakter-karakter ini digabungkan dalam sebuah drama pendek bertajuk "International Class".

Salah satu video aksen Atika yang sangat populer adalah saat ia membuat konten "International Class Sedang Ujian". Hingga kini, video yang baru diunggah pada 13 Maret 2022 ini berhasil menyita perhatian lebih dari 13 juta penonton.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Atika berbagi perjalanannya sebagai konten kreator sampai bisa kuasai aksen-aksen dari berbagai negara. Ingin tahu kisah selengkapnya? Simak penuturan Atika selengkapnya berikut ini.

(wk/yoan)

1. Awal Viral Berkat Ikuti Voice Over Pramugari


Awal Viral Berkat Ikuti <i>Voice Over</i> Pramugari
TikTok/ftrniatika

Sebelumnya, Atika adalah seorang tentor Bahasa Inggris. Karena itulah, ia berinisiatif untuk mulai mempromosikan platform Bahasa Inggris miliknya melalui TikTok. Ia pun iseng mengunggah konten mengikuti voice over pramugari. Tak disangka, unggahan pertamanya ini langsung viral dan mencuri perhatian.

"Pandemi 2020, aku merasa bosan. Ini harus ngapain supaya aku bisa promosi One Minute English, platform bahasa Inggris aku, tapi juga promosi bakatku akting dan suka bahasa. Ya sudah aku mulai dari konten ikutin voice over-nya pramugari. Nah, di situ viral," jelas Atika. "Akhirnya aku ter-courage bikin kelas internasional komedi, terinspirasi dari salah satu konten kreator Amerika. Alhamdulillah FYP langsung di saat itu."

Setelah konten-kontennya di TikTok melejit, Atika sempat mencoba mengunggah video di YouTube. Meski sempat viral, ia mengaku sedikit kesulitan untuk menyesuaikan algoritma YouTube. Karena itulah, Atika pun memutuskan untuk sementara fokus pada konten TikTok terlebih dahulu.

"Di TikTok ini, aku upload dua konten langsung viral secepat itu. Sebelumnya, aku sudah coba di YouTube, parodiin Fiki Naki. Sempat beberapa video yang viral. Tapi, setelah aku lihat, agak sulit algoritmanya. Jadi, aku fokus TikTok saja dulu," lanjut Atika.

2. Sukses Ikuti Pertukaran Pelajar di Negeri Paman Sam


Sukses Ikuti Pertukaran Pelajar di Negeri Paman Sam
TikTok/ftrniatika

Di sisi lain, ketertarikan Atika kepada bahasa bermula sejak dirinya duduk bangku sekolah dasar. Ia pun aktif ikuti beragam kejuaraan selama SMP. Puncaknya, saat SMA ia secara khusus dipercaya untuk mengikuti pertukaran pelajar selama satu tahun di Negeri Paman Sam, Amerika. Di sanalah awal mula Atika bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda.

"Aku tertarik belajar bahasa asing semenjak kelas 3 SD, terinspirasi dari guru bahasa Inggris. SMP aku mulai ikut lomba storytelling dan pidato bahasa Inggris. SMA, alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk pertukaran pelajar satu tahun di Amerika," kenang Atika. "Di sana aku bertemu orang dengan background berbeda. Dari Meksiko, Spanyol, dan Filipina. Dari situ aku mulai tertarik, seru ya belajar bahasa asing jadi bisa connect gitu."

Berkat pengalaman ini, Atika mengaku lebih mudah mempelajari aksen-aksen setiap negara. Ditambah, beberapa kerabat dekatnya juga berasal dari Filipina. Tak jarang, Atika secara khusus berkonsultasi kepada kerabat dan teman-temannya sebelum membuat konten. Hal ini dilakukan agar pelafalan aksennya menjadi semakin sempurna untuk ditampilkan di konten.

3. Kuasai Aksen Dari Berbagai Negara


Kuasai Aksen Dari Berbagai Negara
TikTok/ftrniatika

Sejauh ini, Atika sudah menguasai kurang lebih enam aksen bahasa mulai dari negara Asia hingga Eropa. Ia juga mengaku bahwa aksen dari negara Filipina, Thailand dan Prancis menjadi aksen favoritnya. Karena itulah, ketiga karakter dari negara tersebut jarang absen dari konten unggahannya.

"Filipina, Thailand, Prancis, India, Spanyol, dan Malaysia itu keenam negara yang aku bisa tirukan aksennya. Kalau yang lain, harus banyak latihan," terang Atika. "Aksen favoritku Filipina karena mama dan adik angkatku orang Filipina. Aku ingin suatu hari bisa ngomong bahasa Filipina sama mereka. Terus Thailand, aku suka karena mirip sama bahasa Aceh. Prancis aku suka karena (cara baca) huruf R-nya itu unik banget."

Tak puas hanya mempelajari aksen, Atika juga berencana untuk mempelajari bahasa secara keseluruhan. Pasalnya, ia mengungkapkan bahwa penguasaan bahasa asing akan membuatnya menjadi masyarakat global sehingga lebih mudah terkoneksi dengan banyak orang.

"Setelah tamat kuliah ini aku ingin take 2 years untuk pelajari setidaknya 3-4 bahasa. Menurut aku, kelebihan menguasai bahasa asing itu kita bisa menjadi masyarakat global," tutur Atika. "Misalnya, dengan ada sedikit basic bahasa Thailand, kita sudah terkoneksi dengan orang sana. Terus, kita lebih aware terhadap budaya. Karena kalau kita belajar bahasa, otomatis belajar budaya juga. Jadi, itu memperkaya pengetahuan kita juga."

4. Banyak Dilirik Followers Luar Negeri


Banyak Dilirik <i>Followers</i> Luar Negeri
TikTok/ftrniatika

Tak hanya populer di Indonesia saja, rupanya konten-konten Atika sudah menjangkau negara tetangga seperti Malaysia hingga Filipina. Pasalnya, beberapa unggahan Atika kerap dibanjiri komentar dari pengikut asal Malaysia. Tak jarang, mereka bahkan mengoreksi pengucapan aksennya jika ada yang kurang tepat.

"Aku tipe orang yang selalu baca komentar. Ada yang lucu, ada yang menyarankan ini itu. Menurut aku, itu salah satu pengalaman yang seru," ungkap Atika. "Pernah (followers) dari Malaysia, mereka 'wah, bahasa Malaysianya fasih ya kak'. Terus, kalau aku ada kesalahan mereka juga koreksi. Wah, sudah sampai ke Malaysia saja ya kontennya. Jadi, aku senang. Terus, ada beberapa yang dari Filipina juga yang notice."

Atika juga mengaku bahwa pengalaman terbaik selanjutnya selama menjadi konten kreator adalah ketika banyak brand mengajaknya untuk bekerja sama. Terlebih, jika brand tersebut merupakan barang yang sering ia gunakan sehari-hari.

5. Sempat Kehilangan Banyak Followers


Sempat Kehilangan Banyak <i>Followers</i>
TikTok/ftrniatika

Untuk membuat satu konten video "International Class", Atika biasanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam. Hal ini disebabkan karena ia juga harus memastikan apakah pengucapan aksennya sudah tepat atau belum. Sebab, pengucapan yang salah bisa membuat maknanya jadi berbeda.

Tantangan lain yang dihadapi Atika adalah saat video yang diunggahnya tidak kunjung nangkring di FYP (For Your Page). Keadaan ini tentu saja memberikan pressure tersendiri bagi dirinya. Belum lagi jika rasa jenuh dan tak ada ide tiba-tiba mendatangi. Saat masa-masa itu menyerang, ia mengaku pernah sampai kehilangan sekitar 10 ribu followers.

"Mungkin, semua konten kreator pernah ada di masa ini, di saat jenuh dan enggak ada ide, aku pernah ada di fase itu. Terlebih, ada beberapa video yang enggak FYP, itu ada pressure sendiri. Pernah di titik tiga bulan enggak buat konten sampai aku kehilangan sekitar 10 ribu followers," beber Atika. "Terus, ada yang bilang, 'kak, aku sedih, pas lihat video kakak mood-ku balik lagi, mana kak videonya'. Nah, orang seperti itu yang motivasi aku buat bikin lagi video. Dari situ, alhamdulillah FYP lagi."

6. Tips Lancar Bahasa Inggris Ala Atika Fitriani


Tips Lancar Bahasa Inggris Ala Atika Fitriani
TikTok/ftrniatika

Bagi kalian yang ingin lancar berbahasa Inggris, Atika menyebut bahwa salah satu tipsnya adalah mempelajari tenses secara bertahap. Selanjutnya, bisa ditambah dengan menjalani kursus atau sering menonton video-video bahasa Inggris untuk mempelajari fisik bahasa. Yang paling penting, jangan pernah berhenti dan malu untuk terus melakukan latihan.

"Kalau di bahasa Inggris itu ada tenses. Misalnya minggu ini belajar tenses ini, besoknya practice sama orang, harus konsisten. Kedua, kursus. Ketiga, nonton video untuk membantu mempelajari fisik bahasa. Terakhir, always practice. Sekecil apapun jangan takut salah," saran Atika. "Satu lagi, kalau misalnya masih SMA atau kuliah, bisa coba pertukaran pelajar. Dengan pertukaran pelajar kita bisa jumpa teman dari berbagai negara. Itu sih tips dari aku."

Menurut Atika, memang butuh waktu yang tidak sebentar untuk menguasai bahasa Inggris. Karena itulah, hendaknya kalian selalu konsisten belajar dan tidak cepat menyerah. Konsistensi inilah yang menjadi kunci sukses lancar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.

7. Tingkatkan Kesadaran Belajar Bahasa Lewat Konten


Tingkatkan Kesadaran Belajar Bahasa Lewat Konten
TikTok/ftrniatika

Kedepannya, Atika berencana untuk menyempurnakan serial "International Class" dengan setting yang lebih menarik. Ia juga berharap unggahannya bisa meningkatkan awareness para anak muda untuk makin semangat mempelajari bahasa-bahasa.

"Impian of course aku ingin lebih banyak followers, terutama para teenager. Karena SMA dan SMP itu waktunya kita mempelajari semuanya. Jadi, mereka masih fresh dan ada waktu buat mereka pelajari bahasa," ujar Atika. "Aku ingin ide-ide (konten) seperti ini bisa meningkatkan aware anak-anak untuk mulai mempelajari bahasa."



You can share this post!