Larang Perempuan Afghanistan Peroleh Pendidikan, Ke Mana Taliban Menyekolahkan Anak Putri Mereka?
Dunia

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen telah mengakui dalam sebuah wawancara dengan tokoh televisi Inggris Piers Morgan bahwa kedua putrinya pergi ke sekolah.

WowKeren - Taliban telah membatalkan pendidikan bagi perempuan di Afghanistan. Alhasil, hal ini semakin menyulitkan anak perempuan di Afghanistan dalam mengakses pendidikan dan tidak bisa bersekolah.

Sekarang, timbul pertanyaan apakah anak-anak putri Taliban juga mengalami nasib yang sama? Juru bicara Taliban Suhail Shaheen telah mengakui dalam sebuah wawancara dengan tokoh televisi Inggris Piers Morgan bahwa kedua putrinya pergi ke sekolah.

Video percakapan mereka diposting di Twitter pada 11 Mei. Dalam percakapan itu, mulanya Morgan bertanya kepada Shaheen, "Sebagai catatan, Anda memiliki dua anak perempuan, apakah mereka pergi ke sekolah?"

Shaheen menjawab, "Tentu saja, ya."



Morgan juga menunjukkan dalam jawaban Shaheen bahwa kedua putrinya bersekolah di Doha, Qatar. Dia kemudian mengakhiri wawancara dengan Shaheen dengan mengatakan, "Jadi putri Anda mendapatkan pendidikan karena mereka melakukan apa yang Anda katakan kepada mereka. Saya senang kami mengklarifikasi itu."

Sebelumnya pada bulan Maret, Taliban membatalkan keputusan untuk mengizinkan anak perempuan bersekolah di sekolah menengah beberapa jam setelah sekolah dibuka kembali. Pembatalan itu tetap berlaku dengan Uni Eropa mengkritik Taliban karena tidak mendengarkan orang-orang Afghanistan, menurut AFP.

Sumber-sumber yang akrab dengan Taliban mengatakan kepada media digital India The Print bahwa putri-putri Shaheen belajar di sekolah-sekolah yang diatur pemerintah di Doha bersama ketiga putranya. Tak hanya itu, putri sulungnya dilaporkan bermain sepak bola untuk tim sekolahnya.

Menurut sebuah laporan oleh organisasi penelitian kebijakan nirlaba, Jaringan Analis Afghanistan (AAN), mayoritas kepemimpinan Taliban yang telah tinggal di Doha selama dua tahun terakhir telah mendaftarkan putri mereka di sekolah. Laporan tersebut juga mencatat bahwa banyak anggota Taliban yang tinggal di Pakistan telah mendaftarkan anak perempuan mereka di sekolah Iqra.

The Print juga mencatat bahwa Shaheen sendiri diduga bagian dari kelompok anggota Taliban yang telah berbicara mendukung pendidikan perempuan. Namun, kelompok ini adalah minoritas yang menghadapi perlawanan dari kaum tradisionalis.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts