Kemenkes Beber Pasien yang Diduga Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius Tak Miliki Riwayat COVID-19
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Selain belum diketahui penyebabnya, kasus hepatitis akut misterius juga dikaitkan dengan COVID-19. Namun kemenkes mengungkapkan semua pasien hepatitis akut misterius tidak memiliki riwayat COVID-19.

WowKeren - Kasus hepatitis akut misterius yang belakangan ini menjadi sorotan tampaknya juga mulai merebak di Indonesia. Sebelumnya, Ketua Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muzal Kadim mengatakan ada beberapa kasus memang ditemukan positif COVID-19.

Meski demikian, Muzal mengatakan terkait dengan COVID-19 menjadi penyebab hepatitis akut misterius, sejauh ini hal tersebut masih diteliti. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan bahwa ada 14 pasien yang diduga terinfeksi hepatitis akut misterius tidak memiliki riwayat COVID-19.

Syahril mengatakan bahwa hal tersebut diketahui berdasarkan dari hasil tes PCR pasien yang menunjukkan negatif COVID-19. "Enggak ada data riwayat COVID-19, setelah diperiksa semuanya negatif," ujar Syahril dalam keterangannya, Rabu (18/5).

Lebih lanjut, Syahril mengungkapkan bahwa sampai saat ini Kemenkes belum juga bisa mendeteksi penyebab hepatitis akut misterius tersebut. Ia pun menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kasus yang secara resmi berstatus terkonfirmasi.



Syahril menerangkan Indonesia dan negara-negara dunia lain masih menunggu keputusan dari Badan Kesehatan Dunia (WJO). "Belum ditemukan patogen yang spesifik, dan di luar negeri pun belum menyebutkan penyebab patogen apa yang menjadi penyebabnya," ungkap Syahril.

Syahril lantas mengungkapkan gejala penyakit hepatitis akut misterius yang menonjol di Indonesia adalah demam dengan persentase 78,6 persen. Kemudian diikuti dengan hilangnya nafsu makan sebanyak 78,6 persen, muntah-muntah 71,4 persen, mual 64,3 persen, dan jaundice atau warna kekuningan pada kulit dan lapisan mukosa 70,21 persen.

Menurut Syahril, jaundice merupakan gejala yang paling khas dari hepatitis akut. Ia mengungkapkan saat ini total kasus hepatitis akut misterius di Indonesia berjumlah 14 kasus. Syahril menjelaskan dari jumlah tersebut, sebanyak 13 kasus berstatus pending, dan satu di antaranya berstatus probable.

Sebelumnya, Kemenkes menyampaikan ada 18 kasus hepatitis akut misterius di Indonesia. Dari 14 total kasus hepatitis akut misterius itu, enam orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts