3 Negara Ini Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet, WHO Masih Selidiki Virus
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Belakangan ini, penyakit cacar monyet disebut menjadi sebuah wabah kecil di Eropa, bahkan saat ini juga sudah ditemukan di luar Eropa. Sementara itu, WHO sendiri juga tengah mendalaminya.

WowKeren - Beberapa negara Eropa seperti Inggris, Portugal, dan Spanyol sebelumnya telah melaporkan kasus konfirmasi atau suspek cacar monyet (monkeypox). Kini giliran Prancis, Belgia dan Jerman yang melaporkan kasus pertama cacar monyet.

Di Prancis, kasus cacar monyet diidentifikasi pada seorang pria berusia 29 tahun di wilayah Ile-de-France, yang mencakup Paris, yang belum lama ini kembali dari negara tempat virus itu beredar, kata otoritas kesehatan Prancis, Jumat (20/5).

Dalam kesempatan terpisah, lembaga mikrobiologi angkatan bersenjata Jerman mengatakan telah mengkonfirmasi virus pada pasien yang telah mengembangkan lesi kulit yang disebut sebagai gejala penyakit cacar monyet.

Lalu di Belgia, ahli mikrobiologi Emmanuel Andre mengkonfirmasi dalam tweet bahwa lab Universitas Leuven telah mengkonfirmasi kasus kedua dari dua kasus di negara itu, pada seorang pria dari Flemish Brabant.



Mengetahui jumlah kasus cacar monyet yang terdeteksi di beberapa negara Eropa meningkat, Badan Kesehatan Jerman Robert Koch Institute telah mendesak orang-orang yang kembali dari Afrika Barat untuk segera menemui dokter mereka jika mereka melihat ada perubahan pada kulit mereka.

Sebagaimana diketahui, cacar monyet sendiri telah menjadi penyakit endemik di beberapa bagian Afrika. Penyakit langkah ini, biasanya diketahui tidak fatal, hanya sering bermanifestasi melalui demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getang bening, kedinginan, kelelahan, dan ruam seperti cacar air di tangan dan wajah.

Adapun virus tersebut bisa ditularkan melalui kontak dengan lesi kulit dan tetesan orang yang terkontaminasi, serta melalui barang-barang bersama seperti tempat tidur dan handuk. Sementara itu, menanggapi wabah kecil itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan pihaknya tengah mencermati masalah tersebut.

Selain itu, WHO mengatakan khususnya bahwa beberapa kasus cacar monyet di Inggris tampaknya telah ditularkan di dalam komunitas gay. Menurut WHO, kasus cacar monyet itu juga telah terdeteksi di Italia, Portugal, Spanyol, dan Swedia.

Kemudian penyakit cacar monyet itu juga telah terdeteksi di Australia, Amerika Serikat, dan Kanada, yang disebut menyebabkan kekhawatiran, mengingat penyakit tersebut biasanya terkonsentrasi di Afrika Tengah dan Barat, namun kini bisa menyebar. "Monkeypox biasanya hilang setelah dua hingga empat minggu," bunyi pernyataan WHO.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts