HITSfluencer : Kepin Helmy, Dari Gemar Nonton Horor Sampai Jadi Movie Reviewers Viral
Dokumentasi Kepin
Selebriti
HITSfluencer

Lewat review, Kepin Helmy sukses membantu para calon penonton memilih film-film yang akan dinikmati. Seperti apa keseruan Kepin membuat konten review film? Ini dia kisah selengkapnya!

WowKeren - Membaca review-review di media sosial menjadi salah satu pertimbangan beberapa orang sebelum memutuskan untuk menonton film. Jika sebelumnya review film hanya berupa narasi tulisan, kini orang-orang sudah bisa menikmatinya dalam bentuk audio visual. Salah satu movie reviewers yang populer di TikTok adalah Kepin Helmy. Pemilik akun TikTok, @kepinhelmy ini sukses membantu para calon penonton mempertimbangan film-film yang akan dinikmati.

Aktif di TikTok sejak tahun 2020, Kini Kepin sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 1,5 juta pengikut. Ditambah, ia mendapatkan total 21,4 juta likes. Tak kalah dari TikTok, akun Instagram, @kepinhelmy juga sukses menjaring lebih dari 150 ribu followers. Berkat latar belakang pendidikan perkuliahannya di Jurusan Fotografi, LaSalle College Indonesia, ia mampu membuat konten-konten review film yang mampu dicerna para penonton.


Salah satu konten Kepin yang baru-baru ini viral adalah saat dirinya me-review film populer, KKN di Desa Penari. Banyaknya aspek review yang disebutkan hingga tepatnya waktu penayangan video, membuat kontennya satu ini berhasil menyita perhatian lebih dari 6 juta penonton.

Tak hanya film Indonesia, Kepin juga kerap kali me-review beberapa film hingga series luar negeri. Beragamnya jenis genre film yang di-review ini membuat akun TikTok Kepin bisa menjadi pilihan terbaik bagi para calon penonton untuk memutuskan film apa yang akan ditonton.

Khusus kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Kepin berkisah tentang lika-liku perjalanannya selama menjadi konten kreator. Ingin tahu seperti apa kisahnya? Simak penuturan lengkap Kepin berikut ini.

(wk/yoan)

1. Awali Jejak Konten Kreator dari Instagram


Awali Jejak Konten Kreator dari Instagram
TikTok/kepinhelmy

Sejak kecil, Kepin memang sudah hobi menonton film di bioskop. Ketertarikannya pada dunia film pun jadi makin berkembang sejak kuliah. Saat itu, perjalanannya sebagai konten kreator akhirnya dimulai. Berangkat dari konten review hotel di Instagram, Kepin akhirnya memutuskan untuk membuat video review film di YouTube.

"Memang hobi dan kebiasaan nonton film di bioskop dari SD. Dulu sukanya film horor Indonesia. Tapi, makin kesini suka semua jenis film. Ternyata, ada platform di mana aku bisa menyalurkan video tentang review film," jelas Kepin. "Berawal dari Instagram, aku bikin konten review hotel. Kebetulan pas kuliah, ada pelajaran foto interior. Jadi tugas sekaligus bikin konten. Dari situ ada teman, 'eh Pin, lo kan suka nonton film, kenapa enggak buka channel YouTube?' Ya sudah bikin channel YouTube buat review film. Setelah itu, TikTok muncul."

Tak lama setelah kontennya ramai di YouTube, Kepin akhirnya tertarik untuk mengunggah konten review-nya di TikTok. Bukan hanya review, ia juga kerap membagikan awareness tentang menonton film yang legal. Tak sangka-sangka, konten yang banyak mengundang perdebatan ini pun lantas viral. Sejak saat itulah, Kepin memutuskan untuk fokus mengembangkan konten review film di TikTok.

"Awal-awal main YouTube, sebenarnya lumayan banyak penontonnya. Tapi, makin ke sini ternyata TikTok penontonnya jauh lebih banyak. Awal viralnya di TikTok jaman Fast & Furious 9 gara-gara filmnya belum tayang di bioskop, tapi sudah banyak bajakannya. Banyak banget perdebatan di kolom komentar," lanjut Kepin "Kalau sekarang jarang banget upload (di YouTube). Karena YouTube formatnya horizontal, agak beda. Jadi sekarang fokus di TikTok saja."

2. Inspirasi Kriteria Penilaian Film dari Piala Oscar


Inspirasi Kriteria Penilaian Film dari Piala Oscar
TikTok/kepinhelmy

Kepin selalu berusaha untuk bersikap fair saat me-review sebuah film. Karena itulah, ia memilih menilai dari berbagai aspek seperti gaya cerita, penyutradaraan, hingga kostum pemain. Beberapa kriteria ini ia dapatkan setelah terinspirasi dari syarat penilaian Piala Oscar, salah satu ajang penghargaan film paling bergengsi di dunia. Agar tak mengganggu penonton lain, ia bahkan memilih bangku khusus saat menonton di bioskop.

"Tiap nonton, aku suka duduk di pojok, di mana aku enggak mengganggu orang. Karena aku bakal buka handphone buat mencatat. Aku punya penilaian, ada 7 biasanya, terinspirasi dari nominasi Oscar," ungkap Kepin. "Mulai dari cerita, directing, akting, sinematografi, production design, kostum dan makeup, serta sound dan music. Jadi aku fair saja kalau me-review film."

Keseruan Kepin menjelajahi bioskop untuk me-review film harus berhenti sementara saat pandemi. Meski demikian, ia tak lantas absen membuat konten. Ia pun memilih untuk me-review film-film populer yang tayang di aplikasi streaming service. Ditambah, sesekali ia juga menonton dan me-review film-film lama yang didapatkan dari database rekannya yang berkuliah di jurusan film.

"Pas lagi pandemi dan bioskop tutup, aku selalu upload konten dari streaming service. Tapi kalau film yang tayang memang peminatnya banyak, baru aku tonton," ujar Kepin. "Pernah (review film lama) tapi kalau filmnya bagus. Yang aku paling ingat dan suka banget judulnya 12 Angry Men, film tahun 50-an, masih hitam putih."

3. Tak Segan Bolak-Balik Bioskop


Tak Segan Bolak-Balik Bioskop
TikTok/kepinhelmy

Sejauh ini, Kepin terbilang jarang memberikan nilai sempurna saat mereview sebuah film. Hal ini terjadi karena ia mengambil nilai rata-rata poin dari ke-7 aspek yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun sekalinya menemukan film yang berani diberi nilai 10, ia sampai tak segan bolak-balik bioskop untuk menyaksikan kembali.

"Kalau filmnya bagus banget dan aku suka biasanya sampai nonton berkali-kali. 7 kali di bioskop aku pernah, nonton film Parasite. Karena ceritanya bagus, menarik, ada maknanya juga, jadi paket komplit banget," beber Kepin. "Biasanya, aku jarang memberi nilai 10/10 karena aku penilaiannya ada 7 poin. Dari 7 poin itu aku tambahkan, terus aku ambil rata-rata. Untuk dapat 10 itu semuanya harus perfect. Dan yang menurut aku perfect, Parasite sih. Ada juga film Indonesia judulnya Yuni."

Pengalaman me-review banyak film membuatnya punya beberapa kejadian menarik saat di bioskop. Salah satunya adalah saat ia ternyata harus sendirian di dalam bioskop. Baginya, hal itu tidak menjadi masalah selama film yang ditontonnya bukan bergenre horor.

4. Dapatkan Centang Biru Sampai Di-Notice Sutradara


Dapatkan Centang Biru Sampai Di-<i>Notice</i> Sutradara
TikTok/kepinhelmy

Sejak awal, Kepin selalu berusaha konsisten mengunggah konten seputar film mulai dari review, rekomendasi, hingga pembahasan ending. Berkat konsistensi inilah, secara tak terduga TikTok menghadiahi tanda centang biru persis di sebelah nama akunnya.

"Tiba-tiba saja (centang biru). Maksudnya, kalau Instagram kan bisa mengajukan, sedangkan TikTok itu enggak. Memang kalau kamu mau sukses di TikTok itu harus fokus sama satu konten saja. Jadi, konten aku enggak pernah campur-campur dan bikin konten selain film di TikTok aku yang verified ini," ungkap Kepin.

Tak hanya mendapat tanda centang biru, Kepin juga banyak mendapatkan apresiasi dari sutradara film-film yang di-review. Baru-baru ini, ia mendapatkan notice dari sutradara film Gara-Gara Warisan yang juga seorang komika, Muhadkly Acho.

"Sampai sempat beberapa kali juga aku review film, sutradaranya langsung komentar di TikTok aku. Kemarin contohnya film Gara-Gara Warisan," beber Kepin. "Pernah juga, baru banget pas lebaran kemarin. Tiba-tiba aku di DM langsung sama pemainnya, dia bilang, 'kak, review dong film kita'. Nah, ya sudah akhirnya aku nonton."

5. Sering Tak Sependapat dengan Netizen


 Sering Tak Sependapat dengan Netizen
TikTok/kepinhelmy

Meski perjalanan Kepin sebagai konten kreator terlihat manis, namun siapa yang sangka jika ia juga pernah mengalami kesulitan. Hal ini terjadi akibat komentar-komentar netizen jika tidak setuju pada hasil review-nya. Padahal, sejatinya hasil review berbeda-beda bagi setiap orang.

"Tantangan terbesar adalah saat tidak sependapat sama netizen. Namanya review, itu kan pengalaman pribadi berdasarkan rating yang kita alami dan rasakan. Jadi, tiap orang beda," jelas Kepin. "Misalkan menurut aku filmnya bagus tapi buat orang-orang jelek, atau sebaliknya. Lebih ke takut dihujat saja. Apalagi kalau filmnya tipikal punya fans yang besar di Indonesia."

Tak bisa dipungkiri jika komentar netizen kerap membuatnya down hingga enggan untuk mengupload konten baru. Karena itulah, selama setahun terakhir ini ia memilih untuk tidak membaca komentar. Jika diperlukan, ia akan meminta tolong sang teman untuk membaca dan menyimpulkan komentar apa yang didapatkannya setelah mengunggah konten.

6. Tips Review Film Tanpa Spoiler


Tips <i>Review</i> Film Tanpa <i>Spoiler</i>
TikTok/kepinhelmy

Bagi kalian yang ingin mengikuti jejak Kepin untuk menjadi kreator, hal yang paling wajib dilakukan adalah konsisten. Selanjutnya, pastikan kalian benar-benar memilih konten yang disuka. Jika memang ingin membuat konten review, buka pengetahuan dengan banyak menonton film-film. Agar saat membuat review tidak spoiler, pastikan untuk tidak membahas ending.

"Tipsnya harus konsisten dan terlatih dari komentar netizen. Yang terakhir, pilih konten yang kalian suka. Jangan enggak suka sama konten yang dipilih, tapi sok-sokan suka. Itu nanti jadinya enggak bertahan lama," saran Kepin. "Kalau mau review ya harus banyak-banyak nonton film, semuanya wajib ditonton. Kalau buat enggak spoiler-nya, intinya jangan dikasih tahu ending-nya saja sih. Tapi kalau ada yang ending-nya menurut aku perlu dibahas, mending di awal disebut 'ini spoiler konten'. Yang penting aku sudah kasih warning di awal."

Selain itu, kalian juga harus memerhatikan waktu penayangan film. Pastikan mengunggah review beberapa saat setelah film-nya tayang. Jangan terlalu menunda karena vibe film bisa saja mulai menurun sehingga membuat video review jadi tak banyak diminati. Hal inilah yang kadang sering dialami Kepin. Terkadang, ia memilih untuk tidak mengupload review apabila ia terlambat menonton filmnya sampai 2 minggu setelah penayangan pertama.

7. Bangun Awareness Nonton Film Legal Lewat Konten


Bangun <i>Awareness</i> Nonton Film Legal Lewat Konten
TikTok/kepinhelmy

Sejauh ini, Kepin masih berencana untuk terus mengembangkan konten-konten di TikTok perihal film. Ia berharap dengan konten-konten yang diunggah bisa membangun awareness orang-orang untuk menonton film secara legal baik di bioskop maupun di platform streaming service.

"Sejauh ini, kalau bikin konten ya memang harus tentang film karena orang-orang follow aku karena review film. (Untuk membangun awareness) biasanya tiap konten aku selalu tulis di atas video nontonnya dimana. Sebenarnya kalau mau nonton, itu pilihan masing-masing," tutup Kepin.



You can share this post!