Kanada Bakal Membuang 13,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca, Mengapa?
PA/Nick Potts
Dunia
Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif dalam menghadapi pandemi. Akan tetapi, Kanada malah akan membuang belasan juta dosis vaksin COVID-19 saat pandemi masih berlangsung.

WowKeren - Di tengah pandemi COVID-19, vaksinasi menjadi salah satu strategi banyak negara di dunia dalam menghadapi virus Corona. Akan tetapi, Kanada justru akan membuat belasan juta dosis vaksin COVID-19.

Melansir The Guardian, Kanada diketahui akan membuang sekitar 13,6 juta dosis vaksin Oxford-AstraZeneca COVID-19 karena tidak dapat menemukan peminatnya baik di dalam maupun di luar negeri. Pada tahun 2020 lalu, Kanada menandatangani kontrak dengan AstraZeneca untuk mendapatkan 20 juta dosis.

Kemudian, antara Maret hingga Juni 2021, ada sekitar 2,3 juta orang Kanada menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19. Lalu, menyusul kekhawatiran pada paruh pertama tahun 2021 tentang pembekuan darah yang jarang namun berpotensi fatal yang disebabkan oleh vaksin AstraZeneca, Kanada berfokus pada penggunaan pasokan vaksin mRNA yang cukup dari Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Hal tersebut terjadi kala banyak negara Eropa yang mengalami lonjakan signifikan dalam infeksi COVID-19 baru. Selain itu, para ahli memperingatkan bahwa dengan hampir semua pembatasan dicabut dan pengambilan booster atau dosis lanjutan vaksinasi COVID-19 seringkali rendah, kasus dapat melonjak sepanjang musim panas.


Sementara itu, diketahui bahwa kasus baru COVID-19 meningkat di Portugal, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Yunani, Belanda, dan Denmark karena subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5 yang lebih menular. Bahkan tingkat infeksi COVID-19 di Inggris telah meningkat lebih dari 30% dalam seminggu.

"Pandemi semakin cepat lagi,” ungkap Dr Benjamin Davido selaku spesialis penyakit menular di rumah sakit Raymond-Poincaré di luar Paris, dilansir pada Rabu (6/7). "Sangat penting bagi kita untuk mempertahankan kekebalan yang stabil melalui suntikan booster."

Di samping itu, pada Juli tahun 2021 lalu, Kanada berjanji untuk menyumbangkan sisa pasokan yang diperolehnya yakni sekitar 17,7 juta dosis. Tetapi pada hari Selasa (5/7), Health Canada mengungkapkan bahwa meskipun ada upaya untuk memenuhi janji itu, 13,6 juta dosis telah kedaluwarsa dan harus dibuang.

"Karena keterbatasan permintaan vaksin dan tantangan negara penerima dengan distribusi dan penyerapan, mereka tidak diterima," jelas Health Canada. Meski begitu, Kanada secara keseluruhan telah menyumbangkan 8,9 juta dosis vaksin AstraZeneca, 4,8 juta dosis dari pasokan utamanya dan 4,1 juta dosis yang dibeli dari program berbagi vaksin Covax.

Saat ini, sekitar 85% orang Kanada dianggap telah divaksinasi lengkap, dibandingkan dengan 61% populasi dunia dan hanya 16% orang yang tinggal di negara-negara termiskin di dunia.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts