HITSfluencer : Misbah, Kreatif Sulap Bahan Ekonomis Jadi Barang-Barang yang Estetis
Dokumentasi Misbah
Selebriti
HITSfluencer

Dengan ide-ide kreatifnya, Misbah sukses menyulap bahan-bahan ekonomis jadi barang estetis yang punya nilai fantastis. Bagaimana bisa? Intip cerita Misbah selengkapnya berikut ini!

WowKeren - Konten-konten DIY (Do It Yourself) di media sosial saat ini kerap menjadi referensi utama beberapa orang untuk melakukan kreasi secara mandiri. Salah satu konten kreator yang secara aktif membagikan konten DIY adalah Misbah. Melalui akun YouTube, SS Mifada, ia sukses menyulap pipa PVC menjadi beragam model lampu hias yang estetik.

Sudah berkecimpung lama di dunia YouTube, Misbah kini sudah sukses mengumpulkan lebih dari 1,2 juta subscribers. Dengan pencapaian ini, YouTuber satu ini pun berhak mengantongi plakat Silver Play Button hingga Gold Play Button dari YouTube. Tak hanya itu saja, Misbah juga sudah berhasil mendapatkan total lebih dari 82 juta kali penayangan video konten.


Unggahan DIY Misbah di YouTube yang cukup populer adalah saat dirinya secara kreatif menyulap pipa PVC menjadi model lampu hias yang cantik. Video bertajuk bahasa Inggris "Decorative wall lamp ONLY from WATER PIPES" yang diunggah pada 28 September 2018 ini sudah mampu mencuri perhatian lebih dari 7 juta penonton.

Seolah tak kehilangan ide kreatifnya, Misbah juga memanfaatkan barang-barang selain pipa PVC seperti kayu hingga besi bekas. Unik dan kreatifnya hasil karya Misbah membuat ide-ide pria asal Sumenep, Jawa Timur ini cocok dijadikan inspirasi bisnis. Sebab, hanya dengan modal yang ekonomis, hasil-hasil DIY ini bisa dijual dengan harga yang cukup fantastis.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Misbah secara eksklusif membongkar lika-liku pembuatan konten DIY hingga rahasia suksesnya bertahan menjadi seorang YouTuber. Ingin tahu seperti apa kisahnya? Ini dia cerita Misbah selengkapnya.

(wk/yoan)

1. Murni Otodidak Pelajari Dasar Kerajinan


Murni Otodidak Pelajari Dasar Kerajinan
YouTube/SS Mifada

Sejak awal, Misbah mengungkapkan bahwa dirinya tak ada sama sekali darah seniman. Kemampuannya mengolah barang-barang bekas secara kreatif murni didapatkannya secara otodidak. Sama seperti kebanyakan orang, beragam inspirasi ide pun banyak Misbah dapatkan dari internet. Awalnya, ia pun menggunakan bahan baku bambu untuk membuat aneka kerajinan.

"Enggak ada latar belakang seniman, murni otodidak. Awal mulanya belajar itu sama seperti orang pada umumnya, cari inspirasi dari internet juga," kenang Misbah. "Terus, kemudian lihat-lihat di sekitar. Misalnya, menemukan bambu kecil di jalan. Itu bambu yang hanya sekedar barang bekas, bisa jadi sangat bermanfaat. Contoh kita ambil bambu tersebut dan diolah jadi gantungan kunci."

Kemampuannya mengolah kerajinan bambu pun senter didengar banyak orang. Alhasil, banyak orang berbondong-bondong datang kepadanya untuk belajar. Sejak saat itulah, Misbah pun berinisiatif membuat video tutorial DIY yang diunggahnya ke YouTube.

"Setelah saya membuat kerajinan dari bambu, mulai jalan bisnis yang saya kembangkan. Setelah itu, banyak orang yang belajar ke saya. Nah, dari pada saya mengajari (satu per satu) setiap ada orang tanya, kebetulan saya punya kamera, kenapa enggak saya buatkan video saja. Itu kenapa saya akhirnya membuat konten," sambung Misbah.

2. Ciptakan Ide Bisnis yang Ekonomis Bernilai Fantastis


Ciptakan Ide Bisnis yang Ekonomis Bernilai Fantastis
YouTube/SS Mifada

Sebelum DIY, Misbah rupanya sudah lebih dulu mengunggah konten jalan-jalan dan beberapa video di YouTube. Tak lama kemudian, baru akhirnya ia tergerak untuk mengunggah video tutorial kerajinan DIY demi menginspirasi banyak orang. Tak disangka, konten DIY-nya ini ternyata mendapatkan cukup banyak perhatian.

"Enggak begitu niat (jadi YouTuber) awalnya. Saya hobi fotografi, punya kamera, lensa, dan banyak perlengkapan. Saya berfikir, alat yang saya punya saat itu mau diapakan? Karena sudah mengeluarkan budget banyak. Dan cobalah upload ke YouTube," beber Misbah. "Pertama bikin konten bukan (DIY). Kalau enggak salah, konten jalan-jalan karena baru beli drone. Kemudian, saya ingin menginspirasi dan memberikan ilmu kepada orang lain, baru bikin konten DIY tentang ladang bisnis bermodalkan barang-barang sederhana. Tiba-tiba kok banyak pengunjungnya."

Berawal dari kerajinan bambu, Misbah mengaku mendapatkan banyak kendala saat proses pembuatan. Ia akhirnya menemukan pipa PVC sebagai bahan baku pengganti. Dengan budget yang semakin ekonomis, hasil kerajinan pipa PVC nyatanya tak kalah estetis dan lebih bernilai fantastis dibandingkan dengan bambu. Dengan ide kreatif ini, Misbah mengaku ada banyak orang yang berhasil mendapatkan penghasilan dan sampai sukses membuat toko sendiri.

"Saya membuat konten DIY pertama kali dari bambu. Ternyata, terlalu banyak kendala yang saya hadapi. Kebetulan ada pancuran air (dari pipa PVC). Saya ambil pipanya, itu pertama kali upload video tentang pipa PVC. Sampai sekarang, ciri khas dari yang saya bagikan itu tentang lampu hias yang terbuat dari pipa PVC," ujar Misbah. "Karena ide saya itu semaksimal mungkin meminimalisir budget. Alhamdulillah orang yang mengikuti sudah ada yang dapat penghasilan sampai punya toko juga."

3. Kerajinan Pipa PVC Jadi Favorit Penonton


Kerajinan Pipa PVC Jadi Favorit Penonton
YouTube/SS Mifada

Sejauh ini, pipa PVC masih menjadi bahan baku utama yang sering digunakan Misbah. Selain karena harganya yang cukup terjangkau, pipa PVC ternyata sudah memiliki tempat tersendiri di hati para penonton. Bahkan, beberapa orang yang sudah berhasil mendapatkan penghasilan dari kerajinan pipa PVC ini sampai membuat sebuah komunitas.

"Yang paling sering (digunakan untuk konten) memang pipa PVC, terus kayu dan besi. Pokoknya, saya melihat barang bekas yang bisa jadi bernilai ya saya pakai saja," ungkap Misbah. "Kemarin saya baru tahu ternyata ada komunitas lampu hias yang terbuat dari pipa PVC. Ternyata memang penggemarnya luar biasa. Dan postingan dari omset penjualan mereka juga luar biasa."

Tak hanya ahli menyulap pipa PVC menjadi aneka bentuk lampu hias yang cantik, Misbah juga kerap membagikan konten DIY sepeda hingga furniture seperti meja dan kursi. Dibandingkan dengan lampu hias, kedua kreasi ini tentu saja membutuhkan suntikan modal yang cukup besar hingga waktu pengerjaan yang cukup lama. Tak heran jika Misbah menyebut bahwa kedua kreasi itu merupakan DIY yang paling susah.

4. Banjir Pesanan Dari Dalam dan Luar Negeri


Banjir Pesanan Dari Dalam dan Luar Negeri
YouTube/SS Mifada

Tak hanya menjaring penggemar dari dalam negeri, konten-konten DIY Misbah rupanya juga sukses mencuri hati subscribers luar negeri. Hal ini bisa dilihat dari kolom komentar setiap unggahan Misbah yang dipenuhi oleh bahasa-bahasa asing. Sadar penikmat kontennya tak hanya orang Indonesia, Misbah akhirnya menambahkan muatan subtitle bahasa Inggris pada setiap konten.

"Dulu ada fitur di Google, namanya Google+, tapi sekitar 2 tahun lalu dihapus. Di sana bisa share channel kreativitas. Pada waktu itu, saya sharing di sana karena rata-rata dari luar negeri," tutur Misbah. "Setelah saya coba share, kemudian makin banyak (subscribers dari luar negeri). Akhirnya saya coba tambahkan translate (di video)."

Tak hanya menonton, subscribers Misbah juga sering tertarik membeli kerajinan yang diunggahnya. Seperti saat ia iseng membuat celurit mini dari paku bekas. Tak diduga, video ini pun jadi viral hingga Misbah kebanjiran pesanan dari dalam dan luar negeri. Selain celurit mini, Misbah juga menyajikan beragam kerajinan unik lainnya di kisaran harga mulai dari 45 ribu hingga 250 ribu rupiah. Untuk memudahkan pemesanan, biasanya Misbah mempersilakan subscribers untuk langsung DM ke Instagram pribadinya, @misbah_ssmifada.

"Saya pernah membuat konten DIY celurit dari paku bekas. Viewers-nya banyak. Setelah itu, ternyata peminatnya juga banyak dari viewers. Waktu itu saya sampai kirim banyak dan kerja sama dengan store," lanjut Misbah. "Jadi, selain kita mendapatkan income (adsense) dari konten, kita bisa mendapatkan bisnis juga. Selain itu, pemesanan juga banyak dari Jakarta, luar negeri seperti Nigeria dan lain-lain."

5. Sempat Kesulitan Menyesuaikan Algoritma YouTube


Sempat Kesulitan Menyesuaikan Algoritma YouTube
YouTube/SS Mifada

Sudah lama berkecimpung di dunia konten membuat Misbah benar-benar merasakan perubahan algoritma YouTube. Hal inilah yang kadang menyulitkannya untuk menjaring lebih banyak penonton. Terlebih, jika ada konten yang dibuat dengan konsep dan persiapan yang matang namun tak banyak mendapatkan penonton.

"Algoritma (YouTube) berubah. Kalau dulu, berdasarkan viewers dan subscribers. Sekarang, ketertarikan penonton. Jadi untuk mendapatkan viewers banyak sudah susah. Beberapa kali membuat konten, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan akhirnya buat konten baru lagi. Pernah juga setelah bikin konten menghabiskan biaya besar, viewers enggak banyak," beber Misbah. "Tapi tetap saya mempertahankan kualitas. Apa yang kita berikan, semaksimal mungkin bermanfaat. Karena orang mau tidak mau pasti balik lagi. Seperti toko makanan, kalau makanannya enak pasti orang-orang balik lagi."

Meski sempat kesulitan menyesuaikan algoritma YouTube sampai berpengaruh pada jumlah viewers-nya, Misbah tak pernah ambil pusing. Ia terus berusaha untuk semaksimal mungkin mempertahankan kualitas konten. Dengan cara inilah, ia percaya para penonton akan tetap betah untuk menantikan konten-konten selanjutnya.

6. Tips Sukses Jadi Konten Kreator untuk Pemula


 Tips Sukses Jadi Konten Kreator untuk Pemula
YouTube/SS Mifada

Pada WowKeren, Misbah juga tak segan membagikan tips sukses menjadi konten kreator bagi para pemula. Menurutnya, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah mulai mengunggah konten dengan model apapun di awal. Hal ini dilakukan untuk melihat konten mana yang kira-kira memiliki paling banyak penonton. Selanjutnya, pemula bisa fokus untuk mendalami konten tersebut.

Langkah lain yang harus diperhatikan para pemula saat awal membuat konten adalah jangan terlalu banyak melibatkan orang lain. Cara ini dilakukan agar pemula bisa lebih mudah konsisten untuk membuat konten-konten berikutnya.

"Buat konten yang diminati orang banyak. Pesan saya, upload saja yang penting konsisten. Misalnya sekarang upload DIY, besok prank, tutorial, vlog, buat saja yang penting konsisten. Setelah menemukan mana konten yang paling banyak viewers-nya, lanjutkan," saran Misbah. "Pemula jangan membuat konten yang sekiranya melibatkan orang lain. Artinya, membuat konten yang dikerjakan di manapun. Karena kalau pakai bantuan teman, iya kalau temannya bisa terus, kalau enggak bisa? Makanya saya sarankan mengupayakan video itu bisa dibuat sendiri."

7. Tak Rugi Bagikan Ilmu Kerajinan Pada Banyak Orang


Tak Rugi Bagikan Ilmu Kerajinan Pada Banyak Orang
YouTube/SS Mifada

Hingga kini, sudah ada banyak ide-ide kreatif Misbah yang diunggah untuk konten. Hal ini membuat banyak ide kreatif miliknya secara bebas digunakan banyak orang. Meski demikian, Misbah mengaku tak begitu mempermasalahkan. Sebab, dari awal membuat konten ia sudah bertekad untuk berbagi ilmu dan manfaat pada orang lain.

"Banyak banget (yang menggunakan ide kreatif untuk bisnis). Yang izin ke saya banyak, tapi lebih banyak yang enggak izin. Saya enggak begitu mempersoalkan," ungkap Misbah. "Biasanya juga saya diundang untuk jadi pemateri konten kreator dan kerajinan. Dari awal saya membuat konten, saya hanya ingin memberikan ide yang bermanfaat untuk orang lain. Jadi kalau dibilang merasa rugi, ya enggak."

Saat ini, Misbah sedang mempersiapkan untuk lebih aktif lagi di YouTube. Tak hanya itu saja, ia juga berencana untuk segera masuk ke platform yang kini tengah naik daun, TikTok. Ia berharap lewat unggahan konten-kontennya, dirinya bisa menginspirasi lebih banyak orang lagi.



You can share this post!