Muncul, Presiden Korea Selatan Minta Maaf Atas Bencana Banjir di Soul
Xinhua
Dunia

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol menyampaikan permintaan maaf atas banjir yang melanda Soul akibat hujan deras, Senin (8/8). Yoon kini pun berupaya untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi.

WowKeren - Bencana banjir yang terjadi di wilayah Soul, Korea Selatan beberapa hari lalu sukses mengejutkan publik. Pasalnya, Korea, apalagi wilayah Soul dikenal sebagai salah satu kota percontohan dengan teknologi tinggi. Atas peristiwa banjir tersebut, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yoel akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf.

Presiden Yoon mengeluarkan pernyataan permintaan maaf itu pada Rabu (10/8). Yoon juga berjanji akan melakukan langkah-langkah mendasar untuk mencegah terulangnya kekacauan yang terjadi pada Senin (8/8) malam itu.

"Saya mewakili pemerintah, meminta maaf kepada orang-orang yang mengalami ketidaknyamanan dan memberikan penghormatan kepada mereka yang kehilangan nyawa,” ungkap Yoon dalam pertemuan darurat yang diadakan di kompleks pemerintah di pusat kota Seoul, Rabu (10/8), melansir Koreaherald.com.

Seperti yang diketahui, karena rekor hujan lebat yang melanda Seoul, daerah sekitarnya dan Provinsi Gangwon dari Senin hingga Selasa. Sembilan orang dilaporkan tewas akibat banjir tersebut, sementara tujuh hilang dan sekitar 600 mengungsi pada Rabu pagi.

Pertemuan itu awalnya dijadwalkan akan dipimpin oleh Perdana Menteri Han Duck-su, tetapi Yoon menggantikannya. Yoon pun memilih untuk membatalkan kegiatan terjadwal lainnya.


“Mereka yang dalam kesulitan (keuangan) dan fisik lebih rentan terhadap kerusakan akibat bencana alam. Korea hanya akan aman jika mereka aman,” kata Yoon.

Yoon terus meminta pihak berwenang untuk melakukan tindakan pencegahan. Yoon menyebut bahwa semua pejabat layanan publik memiliki tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Negara memegang tanggung jawab tak terbatas atas keselamatan rakyatnya. Setiap pejabat layanan publik harus tahu tentang ini,” beber Yoon pada pertemuan darurat lain yang diadakan untuk menanggapi kerusakan akibat banjir.

"Banjir di pusat kota lebih dari sekadar peristiwa yang terjadi untuk pertama kalinya sejak kami mulai mengukur cuaca. Kita harus melakukan tindakan pencegahan mendasar untuk fenomena ini," pungkasnya.

Rabu pagi, Markas Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan mengatakan bahwa sekitar 550 orang yang mengungsi karena banjir belum dapat kembali ke rumah mereka. Sebanyak 2.682 rumah dan pusat perbelanjaan terendam banjir. Tembok penahan runtuh di tujuh tempat dan terjadi 27 longsor di wilayah Seoul dan Provinsi Gangwon.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait