Tayang Besok, 'Jailangkung Sandekala' Bukan Kisah Lanjutan Film Sebelumnya
Film

Pada Kamis (22/9) besok, film 'Jailangkung Sandekala' akan tayang serentak di bioskop Indonesia. Sebelumnya, juga ada film dengan cerita dan judul yang mengusung 'Jailangkung'.

WowKeren - Film horor terbaru Indonesia "Jailangkung Sandekala" baru saja menggelar gala premier di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Film ini sendiri akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada Kamis (22/9) besok.

Film "Jailangkung Sandekala" itu diketahui mengangkat mitos yang dekat dengan masyarakat yakni Sandekala. Sebagai informasi, Sandekala merupakan mitos yang diyakini sebagai makhluk halus atau jin yang datang ketika pergantian sore dan malam untuk mengganggu anak kecil yang masih bermain di luar rumah.

Sementara itu, produser Sky Media, Wicky V. Olindo mengatakan bahwa film "Jailangkung Sandekala" bukan lanjutan dari kisah Jailangkung pada film sebelumnya. "Film ini merupakan reboot, bukan lanjutan dari kisah sebelumnya. Untuk versi terbaru ini, bersama Kimo Stamboel kami menggabungkan ritual Jailangkung dengan mitos Sandekala," tutur Wicky dalam konferensi pers film "Jailangkung Sandekala" di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (19/9).

Film itu sendiri dibintangi oleh Titi Kamal yang berperan sebagai Sandra, kemudian Syifa Hadju yang memerankan Niki. Lalu ada Dwi Sasono sebagai Adrian, Muzzaki Ramadhan berperan sebagai Kinan.


Film yang disutradarai oleh Kimo Stamboel itu sendiri mengusung tema keluarga yang sangat kental, dan mendapatkan kategori usia 13+, tidak seperti film yang ia garap sebelumnya. Wicky pun menerangkan upayanya dalam memperkuat cerita film "Jailangkung Sandekala".

"Untuk memperkuat ceritanya kami memilih drama keluarga yang harus berhadapan dengan kehilangan seorang anak, kami harap eksplorasi ini dapat menarik bagi penonton Indonesia," ungkap Wicky.

Wicky lantas menerangkan film berdurasi 92 menit itu berkisah tentang sebuah keluarga Adrian yang diperankan oleh Dwi Sasono sedang berlibur ke danau yang dikelilingi oleh hutan lebat. Namun kejadian mengerikan mulai dirasakan saat anak bungsunya yakni Kinan secara tiba-tiba menghilang di hutan pada saat sore menjelang malam.

Perasaan keluarga Adrian pun diselimuti oleh rasa takut dan cemas saat mencari putra bungsunya itu. Kimo Stamboel menuturkan bahwa film ini lebih menonjolkan skenario "mimpi buruk".

"Nightmare scenario yang biasa dirasakan oleh keluarga, hal itu yang gue coba ke depankan dalam cerita 'Jailangkung Sandekala'," jelas Kimo Stamboel. "Film ini mempunyai keseruan roller coaster ride."

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait