Invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2) tengah menjadi sorotan dunia saat ini. Berikut garis waktu yang menjelaskan secara garis besar penyerangan Rusia ke Ukraina.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden hingga Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengutuk keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melancarkan operasi militer ke Ukraina.
Pasangan itu berencana untuk menikah pada 6 Mei dan merayakannya di sebuah restoran yang menghadap ke sungai Dnieper namun semua berjalan tak sesuai harapan.
Permintaan relawan peretas alias hacker disebut mulai muncul di forum peretas pada Kamis (24/2) pagi, ketika pasukan Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina.
Menurut laporan dari kementerian, ada 8 pesawat tempur J-16 China dan satu pesawat pengintai Y-8 yang terlihat terbang di atas area di timur laut Kepulauan Pratas.
Pejabat Ukraina menyatakan berhasil merebut kembali bandara militer utama mereka. Di sisi lain, pasukan khusus Rusia telah merebut sejumlah lokasi di Ukraina termasuk pembangkit listrik Chernobyl.
Federasi sepak bola Swedia, Polandia, dan Republik Ceko mengumumkan bahwa mereka tidak akan mempertimbangkan bepergian ke Rusia untuk kualifikasi Piala Dunia.
Vladimir Putin tegas beri peringatan agar sejumlah negara berhenti mengecam dan ikut campur pada polemik Rusia dan Ukraina. Putin pun tak segan bakal ambil langkah tegas bila masih ditemukan adanya negara yang melanggar peringatannya.
Puluhan korban jiwa berjatuhan akibat invasi penuh Rusia terhadap Ukraina. 68 orang terdiri dari tentara dan warga sipil Ukraina dinyatakan tewas dalam serangan Rusia.
Invasi penuh yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina telah menimbulkan sejumlah reaksi dari banyak negara, termasuk juga NATO. NATO menyatakan siap melindungi seluruh wilayah anggotanya.
Atas invasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina, KBRI pun berupaya memberikan keamanan terhadap WNI yang berada di sana. Selain itu, Indonesia juga telah menyatakan sikap atas invasi Rusia.
Terdengar serentetan bunyi ledakan di Ibu Kota Ukraina, Kyiv usai Rusia melancarkan serangan. Momen detik-detik bunyi ledakan itu pun berhasil diabadikan.
Pihak Ukraina melaporkan barisan pasukan Rusia mengalir melintasi perbatasannya ke wilayah timur Chernihiv, Kharkiv dan Luhansk, dan mendarat melalui laut di kota Odessa dan Mariupol di selatan.
Stasiun bawah tanah di Kyiv, Ukraina beralih jadi bunker pasca Rusia memulai serangan militer. Sementara warga Ukraina tampak berbondong-bondong tinggalkan ibu kota.
Tak hanya Amerika Serikat hingga Prancis, pihak Uni Eropa juga mengecam langkah Rusia yang melancarkan operasi militer ke Ukraina pada Kamis (24/2) hari ini.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya mengatakan bahwa infrastruktur Ukraina memang tengah dilumpuhkan namun dengan alat penghancur presisi tinggi.
Pada Kamis (24/2), Rusia disebut telah meluncurkan serangan militer kepada Ukraina. Atas serangan ini, juga berdampak pada pasar asia hingga saham Rusia sendiri.
Pada Kamis (24/2) hari ini, Ukraina lantas menyatakan bahwa pihaknya telah menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil karena 'risiko tinggi' terhadap keselamatan.
Tiongkok memberi tanggapan terkait pernyataan presiden Taiwan soal situasi krisis di Ukraina. Tiongkok menyebut pernyataan terjadi karena kurangnya pemahaman.
Kantor berita Interfax Ukraine melaporkan serangan roket ke fasilitas militer di seluruh Ukraina. Pasukan Rusia juga disebut telah mendarat di kota pelabuhan selatan Odessa dan Mariupol.