Militer Myanmar Akui Bertanggung Jawab Atas Terbunuhnya 10 Orang Rohingya
Dunia

Penduduk dan aparat keamanan mengakui bahwa mereka membunuh 10 orang teroris Bengali atau militan Rohingya.

WowKeren - Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari tentara militer Myanmar. Untuk pertama kalinya, mereka mengakui kalau pasukannya terlibat dalam pembunuhan Muslim Rohingya. Mereka pun diduga berperan dalam kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine.

Sempat diberitakan bahwa penyidik telah menetapkan 4 orang tersangka kasus pembunuhan. Mereka adalah anggota pasukan keamanan Myanmar yang ikut membunuh 10 orang di desa Inn Din, dekat Maungdaw.

Keempat orang tersebut diduga telah membantu warga desa untuk melakukan serangan balas dendam terhadap sekelompok "teroris Bengali". Begitu mereka menyebut kelompok Rohingya.

Sementara itu, kelompok Rohingya menuduh pasukan keamanan, yang didukung oleh kelompok orang Budha setempat, membakar desa mereka. Selain itu, kelompok Rohingya juga menuduh pasukan keamanan tersebut telah menyerang dan membunuh warga sipil.

Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah Myanmar membantah bahwa mereka telah membunuh warga sipil. Mereka menegaskan bahwa pihaknya hanya memerangi militan Rohingya. Pemerintah Myanmar kini menolak memberikan pernyataan di media dan mengaku akan menyelidiki sendiri kasus ini. Apalagi sempat ditemukan sebuah kuburan yang berisi 10 kerangka di dekat Inn Din

"Memang benar bahwa baik penduduk desa maupun aparat keamanan telah mengakui membunuh 10 teoris Bengali," ungkap pasukan keamanan Myanmar. "Tentara akan bertanggung jawab atas pasukan yang ikut membunuh dan melanggar peraturan."

Sejak bulan Agustus tahun 2017 lalu, lebih dari 650 ribu Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh. Mereka diduga mengalami kekerasan, pembunuhan masal, pemerkosaan dan penyiksaan.

You can share this post!

Related Posts