Kim Kardashian Akhirnya Umumkan Merek Baru Brand Pakaian Dalamnya Usai 'Kimono' Kena Kritik
Getty Images/Gotham
Selebriti

Bintang 'Keeping Up with the Kardashians' tersebut dituding melakukan bentuk perampasan budaya Jepang lantaran sempat menggunakan nama 'Kimono' untuk brand pakaian dalamnya.

WowKeren - Pada akhir bulan Juni lalu, kisruh soal nama brand pakaian dalam terbaru Kim Kardashian, "Kimono Solutionwear", memang menjadi topik yang cukup hangat di media. Pasalnya bintang "Keeping Up with the Kardashians" tersebut dituding melakukan bentuk perampasan budaya Jepang lantaran menggunakan nama "Kimono".

Kimono merupakan pakaian adat Jepang yang bahkan sudah menjadi identitas budaya Negeri Sakura tersebut sejak delapan abad lalu. Alhasil, Kim pun dituding menyalahgunakan kata "Kimono" dalam brand terbarunya yang sama sekali tidak merepresentasikan busana tradisional Jepang sedikit pun.


Kini, ibu empat anak tersebut akhirnya mengumumkan bahwa ia menggunakan nama baru yang akan menjadi merek lini pakaian dalamnya. Melalui akun Instagram miliknya, Kim mengumumkan bahwa SKIMS Solutionwear menjadi nama yang ia pilih.

"Setelah melalui banyak pemikiran dan pertimbangan, aku sangat gembira untuk mengumumkan launching dari SKIMS Solutionwear," tulis Kim dalam keterangan unggahannya. "Para fans dan pengikutku adalah inspirasi terbesar untukku. Aku selalu mendengarkan tanggapan dan pendapat mereka, dan aku sangat bersyukur mereka mau membagikan idenya untuk nama merek yang baru."

Dalam lanjutan keterangannya, Kim juga menjelaskan bahwa SKIMS Solutionwear akan hadir dalam berbagai macam warna, sehingga konsumen dapat memilih warna yang paling mendekati warna kulit mereka. Koleksi pakaian dalam tersebut juga akan hadir dalam ukuran yang beragam, mulai dari XXS hingga 5XL.

Sementara itu, pada bulan Juni lalu sejumlah netizen tak segan menuliskan petisi di laman Change.org, dimana mereka meminta agar Kim mengganti nama "Kimono" sebagai merek lini pakaian dalamnya. Tak hanya itu, pemerintah Jepang pun sampai ikut turun tangan langsung menanggapi masalah ini. Wali kota Kyoto, Daisaku Kadokawa, melayangkan surat resmi yang berisi permintaan agar Kim membatalkan pengajuan merek dagang dengan nama "Kimono".

"Kimono adalah baju etnik tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan serta sejarah nenek moyang, dan merupakan budaya yang kami cintai dan telah diwariskan dengan seksama dalam kehidupan kami," tulis Kadokawa. "Maka dari itu, Kimono seharusnya tidak boleh dimonopoli."

Usai mendapat teguran dari Daisaku Kadokawa, Kim akhirnya mengumumkan bahwa dia batal menggunakan "Kimono" sebagai mereka dagang. "Merek dan produkku dibangun dengan inklusivitas dan keanekaragaman pada intinya dan setelah pemikiran dan pertimbangan yang cermat, aku akan meluncurkan merek Solutionwear dengan nama baru. Aku akan segera menghubungi kalian. Terima kasih atas pengertian dan dukungan kalian," tulisnya kala itu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...