Presiden AS, Donald Trump, akhirnya dimakzulkan oleh House of Representatives (DPR). Para wakil rakyat itu menilai Trump telah menyalahgunakan kekuasaan serta menghambat kinerja kongres.
- Elvariza Opita
- Kamis, 19 Desember 2019 - 12:39 WIB
WowKeren - Pemerintah Amerika Serikat sedang menjadi sorotan publik dunia. Pasalnya hari ini (19/12) Waktu Indonesia Bagian Barat, House of Representatives (DPR) AS menyepakati untuk melanjutkan rencana pemakzulan Trump.
Diketahui Partai Demokrat dan jajaran parlemen mengajukan dua pasal untuk melengserkan Trump dari posisinya sebagai orang nomor satu di AS. Kedua pasal ini, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan kongres, pun disepakati oleh lebih dari 200 suara di parlemen.
Pemakzulan Trump ini sontak menarik perhatian banyak pihak, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Mantan Managing Director Bank Dunia itu menilai pemakzulan Trump dapat memperkeruh kondisi ekonomi dunia dan pastinya berimbas ke Indonesia.
"Pagi ini keputusan di AS, dari kongres di AS (sepakat) untuk impeachment ke Presiden Trump," kata Sri Mulyani ketika membuka konferensi pers "Laporan APBN Kita November 2019" di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (19/12). "Ini akan berikan ketidakpastian yang tinggi, tentu akan pengaruh ke kepercayaan pelaku ekonomi dan pelaku konsumen."
Lebih lanjut, menurut Sri Mulyani, pemakzulan Trump ini dapat menimbulkan gangguan kepercayaan diri pelaku ekonomi sebab akan muncul ketidakpastian. Pola ini yang nantinya akan berdampak pada pelaku konsumsi.
"Kalau tidak pasti, itu mereka akan menahan. Kalau dari pelaku usaha akan menahan investasinya karena mereka tidak yakin ekonomi akan membaik," jelas Sri Mulyani, seperti dilansir Detik Finance. "Confident akan pengaruhi keputusan dan kalau menahan tentu akan pengaruhi pertumbuhan ekonomi."
Di sisi lain, parlemen telah bulat mengambil keputusan untuk memakzulkan Trump. Sedianya keputusan ini akan dilanjutkan ke sidang Senat, dimana diperlukan persetujuan oleh 2/3 anggota untuk bisa menggulingkan Trump dari singgasananya di White House.
Menariknya, Trump tampaknya tak ambil pusing dengan sidang paripurna pemakzulannya. Sebab Trump diketahui justru sedang sibuk berkampanye demi kepentingan Pemilihan Presiden AS 2020 di Michigan ketika sidang paripurna digelar. Namun dalam kampanyenya, Trump diketahui sempat meluapkan amarah atas pemakzulan yang ia alami.
(wk/elva)