Putarkan 20 Rekaman Penting, DPR AS Yakin Trump Salah dan Bakal Dilengserkan
Dunia
Pemakzulan Presiden Trump

DPR AS memanfaatkan waktu yang mereka miliki di Sidang Pemakzulan dengan memaparkan sejumlah rekaman. Salah satunya rekaman dari Dubes AS untuk Uni Eropa yang konon menjadi bukti kuat pelanggaran Trump.

WowKeren - Proses pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus bergulir di tengah berbagai konflik yang ada. Kekinian proses pemakzulan pun sudah sampai di tahap sidang oleh Senator AS.

Memasuki hari ketiga, agenda sidang hari ini, Jumat (24/1) waktu setempat, diisi dengan paparan bukti-bukti dari House of Representatives alias DPR AS. Tak main-main, sebanyak 20 rekaman hasil pemeriksaan dari sejumlah saksi diperdengarkan dalam sidang tersebut.


Namun setidaknya ada tiga rekaman yang menyita perhatian Senat. Dilansir dari CNN, ketiganya adalah rekaman dari Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland, Diplomat AS di Ukraina Bill Taylor, dan kutipan wawancara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ketiga rekaman itu pun coba dikaitkan dengan delik yang dituduhkan ke Trump.

Namun dari seluruh rekaman yang diperdengarkan, wawancara dengan Sondland lah yang paling sering diputar serta diperdebatkan. Pengakuan Sondland disebut-sebut lebih dari cukup untuk menjelaskan seluruh pelanggaran yang dituduhkan DPR AS kepada Trump.

Sebagai informasi, Trump dituduh menekan Ukraina dengan menahan bantuan militer. Hal ini dilakukan agar Ukraina berkenan mengikuti kemauan Trump dalam menyelidiki dugaan korupsi Hunter Biden, putra rival politik sang presiden, di perusahaan energi Burisma.

Koordinator Tim Pemakzulan dari DPR, Adam Schiff, meyakini paparan bukti dari pihaknya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan pelanggaran Trump. Oleh karena itu, Schiff juga meyakini paparan bukti hari ini cukup untuk membuat Trump dilengserkan dari singgasananya di Gedung Putih.

"Saat kami selesai, kami meyakini Presiden (Trump) bersalah. Dia melakukan apa yang kami tuduhkan," ujar Schiff.

"Dia menahan bantuan. Dia menunda pertemuan. Dia menggunakan kekuasaannya untuk memaksa Ukraina mengusut kasus yang bermuatan politis," imbuhnya membeberkan deretan aib Trump. "Dia mencoba menutupinya dan menghalangi kami. Dia mencoba menghalangi Anda dan itu melanggar undang-undang dasar."

DPR AS yang telah resmi memakzulkan Trump pun kini hanya memiliki waktu sebanyak 8 jam 59 menit untuk memaparkan bukti lanjutan. Waktu itu bisa digunakan dalam sidang lanjutan esok hari.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts