Orang Miskin Diprediksi Melesat Jadi 11 Juta Akibat Corona, Kawasan Ini Paling Terdampak Buruk
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jumlah orang miskin diprediksi akan semakin melesat menjadi 11 juta orang akibat pandemi virus corona (COVID-19), kawasan ini yang akan menjadi paling terdampak buruk.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) di seluruh dunia telah mencapai 786.608 seperti dilansir dari Worldometers hingga Selasa (31/3) sore. Angka kematian juga terus melonjak menjadi 37.832 korban jiwa. Sementara orang yang berhasil sembuh melawan COVID-19 dilaporkan sebanyak 165.874.

Dampak pandemi COVID-19 turut mengguncang perekonomian dunia. Bank Dunia atau World Bank (WB) baru-baru ini memberi peringatan kepada kawasan di dunia untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pelemahan ekonomi.

Seperti yang diketahui, wabah virus corona ini telah merusak rantai pasok produksi di Tiongkok. Akibatnya, berbagai dunia turut terkena dampak buruk secara ekonomi.

Bank Dunia membagikan laporan jika kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik akan mengalami kemunduran laju ekonomi. Data edisi April 2020 ini menjelaskan jika ekonomi negara-negara di kawasan tersebut akan melambat 2,1 persen di tahun 2020. Bahkan, kondisi ini diprediksi bisa memburuk menjadi 0,5 persen saja.


”Pertumbuhan negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk tahun 2020 diproyeksikan melambat menjadi 2,1% pada skenario baseline,” tulis laporan dari laman resmi World Bank, Selasa (31/3). “Dan menjadi negatif 0,5 untuk skenario lebih rendah, dari perkiraan 5,8% pada 2019.”

Selain memperlambat laju ekonomi dunia, angka kemiskinan juga akan melonjak tajam akibat pandemi ini. Bank Dunia telah memproyeksikan jika kawasan di Asia Timur dan Asia Pasifik akan memiliki tambahan 11 juta orang miskin.

Hal itu bisa terjadi jika wabah virus corona bertahan lama sehingga kondisi ekonomi dunia akan semakin sulit untuk pulih. “Jika situasi ekonomi memburuk, dan skenario lebih rendah yang terjadi, maka jumlah penduduk miskin bertambah sekitar 11 juta orang," tulis World Bank.

Demi mencegah skenario terburuk, Bank Dunia memberikan rekomendasi kepada negara-negara berkembakng di kawasan tersebut untuk menyelamatkan ekonomi. Diantaranya adalah menyesuaikan kebijakan kesehatan dan ekonomi makro, memperluas kapasitas perawatan kesehatan, penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter, kemudahan akses kredit, kebijakan perdagangan tetap terbuka, dan meningkatkan kerja sama internasional.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts