Jepang Darurat Corona, Hotel di Tokyo Jadi Tempat Penampungan Pasien
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jepang saat ini tengah berada dalam status darurat nasional dengan meningkatnya jumlah pasien terinfeksi corona. Untuk menangani pasien dengan gejala ringan, pemerintah Tokyo akan memberi perawatan di sejumlah hotel terdekat.

WowKeren - Jepang telah menjadi salah satu negara yang sudah bergulat dengan COVID-19 sejak gelombang pertama penyakit ini mencuat. Hingga Selasa (7/4) pukul 08.34 WIB, tercatat ada 3.906 kasus positif COVID-19 di negara itu, 92 diantaranya berakhir dengan kematian, sedangkan 592 lainnya sembuh.

Sedangkan di Tokyo sendiri ada lebih dari 1.100 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pemerintahnya berencana untuk menyewa lebih banyak hotel untuk menampung pasien-pasien tersebut.


Keputusan ini diambil agar para pasien dengan gejala ringan dirawat di ruang hotel tersebut. Sedangkan untuk pasien dengan gejala berat akan ditampung di sejumlah rumah sakit.

Pada pagi ini, Pasukan Keamanan Darat terlihat membawa pasokan ke hotel ketika fasilitas di dekat Stasiun Tokyo. Pemandangan tersebut lantas beredar di media. "Kami ingin membantu agar kami dapat memantau kesehatan (para pasien) dan membuat mereka tetap merasa nyaman," ujar Kaori Okamoto, seorang pejabat Pemerintah Tokyo yang bertanggung jawab atas persiapan tersebut.

Pada siangnya, para dokter akan mendatangi hotel-hotel tersebut sementara petugas pemerintah dan perawat Tokyo akan bekerja di sana sepanjang waktu. Para petugas pemerintah dan pasien akan menggunakan lift dan rute terpisah untuk menghindari kontak, menurut pemerintah Tokyo.

Untuk biaya makan, transportasi, hingga tempat tinggal pasien nantinya akan ditanggung oleh pemerintah. Pekan lalu, Asosiasi Medis Jepang memperingatkan runtuhnya sistem perawatan kesehatan karena jumlah orang yang terinfeksi virus corona terus bertambah.

Sebuah fasilitas perawatan di Bangsal Ota, Tokyo, menjadi tempat dimana sejumlah orang ditemukan terinfeksi virus COVID-19 tersebut. Delapan orang di antaranya menderita gejala ringan namun harus tetap tinggal sementara di fasilitas tersebut lantaran tak ada rumah sakit yang mau menerima mereka.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya mengambil langkah penting per hari ini dengan memutuskan status darurat nasional terkait dengan wabah COVID-19. Status darurat ini utamanya diterapkan di Tokyo dan 6 perfektur lain dengan kasus positif terbanyak di Jepang. Status ini pun diterapkan untuk setidaknya sebulan ke depan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts