Trump Terang-Terangan Akui Ogah Pakai Masker untuk Cegah Corona Meski Dianjurkan WHO dan CDC
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Dalam konferensi pers belum lama ini, Presiden Amerika Serikat tersebut mengaku tak akan mengenakan masker seperti yang dianjurkan oleh WHO dan CDC. Kenapa?

WowKeren - Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan imbauan agar semua orang mengenakan masker saat keluar rumah demi menekan angka penyebaran virus corona (COVID-19) yang semakin tak terkendali. Hal serupa pun juga diserukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Namun Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat justru terang-terangan mengabaikan imbauan tersebut dan mengaku tak akan mengenakan masker seperti yang dianjurkan oleh WHO dan CDC. Dilansir USA Today pada Selasa (7/4), Presiden berusia 73 tahun tersebut menolak memakai masker untuk saat ini lantaran ia memiliki alasan tersendiri.


Usut punya usut, Trump menolak mengenakan masker lantaran ia harus menjamu tokoh-tokoh penting dari negara-negara lainnya, seperti Presiden, Perdana Menteri, Raja, serta Ratu. Menurutnya, sangat kurang sopan jika menjami pemimpin negara dengan mengenakan masker meskipun hal tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran COVID-19.

"Sepertinya aku tidak akan melakukannya (memakai masker). Pakai masker saat aku menjami Presiden, Perdana Menteri, diktator, Raja, Ratu, aku tidak melihatnya seperti itu (tidak pantas dilakukan)," tutur Trump dalam konferensi pers pada Jumat (3/4) waktu setempat.

Trump juga menambahkan bahwa imbauan mengenakan masker bersifat sukarela, alias tidak diwajibkan. Sehingga, ia memilih untuk tak mengikuti anjuran dari WHO mapun CDC.

"Kalian boleh melakukannya (memakai masker). Dan kalian (juga) tidak perlu melakukannya. Aku memilih untuk tidak melakukannya. Tapi beberapa orang mungkin mau mengikutinya, dan itu boleh-boleh saja. Mungkin itu sesuatu yang bagus. Mereka kan membuat rekomendasi. Hanya rekomendasi, sukarela," tuturnya menambahkan.

Pernyataan Trump ini sudah tentu dinilai sangat kontroversial lantaran tak sesuai dengan anjuran WHO maupun CDC. Seperti yang diketahui, saat ini penggunaan masker tak hanya disarankan untuk orang sakit saja, namun untuk semua orang sebagai langkah preventif.

Terlepas dari hal tersebut, saat ini lonjakan kasus COVID-19 di Amerika Serikat sendiri terus mengalami kenaikan yang mengkhawatirkan. AS kini menjadi negara dengan tingkat kasus positif corona tertinggi di dunia dengan angka 367,650 orang terinfeksi.

Tingkat kematian akibat COVID-19 di AS pun terus melonjak dan kini mencapai angka 10,943 jiwa, yang sekaligus membuat AS menjadi negara ketiga dengan jumlah kematian tertinggi di dunia, berada di bawah Italia dan Spanyol.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts