Trump Ingin Majukan Masa Berakhir Lockdown di AS Demi Kepentingan Ekonomi
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Presiden berusia 73 tahun tersebut secara khusus menyatakan maksudnya untuk kembali membuka aktivitas perekonomian di seluruh negara bagian AS pada 1 Mei mendatang.

WowKeren - Presiden AS, Donald Trump, rupanya berencana untuk memanjukan masa berakhir lockdown di negara yang ia pimpin. Dalam pernyataannya, Presiden berusia 73 tahun tersebut bahkan secara khusus menyatakan maksudnya untuk kembali membuka aktivitas perekonomian di seluruh negara bagian AS pada 1 Mei mendatang.

Disebutkan bahwa keinginan Trump ini berdasarkan pertimbangan perekonomian AS. Meski demikian, perlu dicatat bahwa keinginan pemimpin negara adi daya tersebut masih dalam bentuk wacana saja, alias belum tentu akan terealisasi.

Tim perekonomian pemerintahan Trump telah melakukan serangkaian rapat untuk membahas kondisi ekonomi yang dibuka perlahan dan bukan sekaligus. Yang pasti, jika wacana ini terwujud, maka Trump setidaknya harus mengumumkan terlebih dahulu jadwal estimasi dengan panduan tentang bagaimana proses transisi perekonomian kembali ke jalur normal.

Sebelumnya, pakar kesehatan AS telah mengatakan kalau penutupan massal alias lockdown baru bisa diketahui kapan berakhirnya tergantung dari perkembangan virus itu sendiri. Namun selama masa lockdown berlangsung, setidaknya ada sebanyak lebih dari 16 juta penduduk yang mengajukan klaim pada Trump untuk memberikan tunjangan pengangguran.


Hal inilah yang diduga menjadi pemicu Trump untuk mempertimbangkan memajukan masa berakhir lockdown di Amerika Serikat. Ada pun soal bagaimana dan kapan lockdown di AS kembali dibuka, sebagian besar dipegang otoritasnya oleh gubernur negara bagian masing-masing.

Sebagai informasi tambahan, jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat terus mengalami lonjakan yang drastis. Bahkan hingga berita ini ditulis, AS mencatat sekitar 468,895 kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah ini mengalami kenaikan yang signifikan lantaran dalam 24 jam terakhir ada 33,536 kasus baru yang dikonfirmasi, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 16,697 jiwa dan 25,928 pasien lainnya dinyatakan sembuh. AS sendiri kini menjadi negara dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak di dunia.

New York menjadi kawasan dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di AS. New York telah mencatatkan 161,504 kasus positif virus corona per Jumat (10/4), dengan 7,067 korban tewas.

Sedangkan daerah-daerah lainnya yang juga terus mengalami lonjakan jumlah kasus positif corona di antaranya adalah New Jersey, Michigan, California, Louisiana, Massachusetts, Pennsylvania, Florida, Illinois, Texas, dan Georgia yang masing-masing telah mencatatkan lebih dari 10 ribu kasus.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts