Trump Klaim AS Punya 2 Juta Vaksin COVID-19 Siap Didistribusikan, Pakar Medis Pilih Bungkam
Dunia
Pandemi Virus Corona

Donald Trump mengatakan AS telah melakukan kerja yang luar biasa dalam menciptakan vaksin, yang akan didistribusikan ketika para ilmuwan menyatakan vaksin tersebut aman dan efektif.

WowKeren - Presiden AS Donald Trump mendadak mengatakan bahwa negaranya telah memproduksi lebih dari 2 juta dosis vaksin virus corona (COVID-19) yang siap didistribusikan ketika para ilmuwan menyatakan vaksin tersebut aman dan efektif. Hal ini disampaikan langsung oleh Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

"Faktanya, kami sudah siap dalam hal transportasi dan logistik. Kami sudah memiliki lebih dari 2 juta dan siap untuk memenuhi pemeriksaan keselamatan," kata Trump, seperti dikutip dari CNBC pada Senin (8/6).

Dalam lanjutan keterangannya, Trump mengatakan AS telah melakukan kerja yang luar biasa baik dalam vaksin."Saya pikir anda akan memiliki beberapa kejutan yang sangat positif dan terapi, kami lakukan dengan sangat baik. Sembuhkanlah, kami baik-baik saja," lanjutnya.

Kendati demikian, sejumlah pakar kesehatan AS justru memilih bungkam usai Trump mengumumkan perihal vaksin tersebut. Salah satunya adalah ahli medis sekaligus penasihat kesehatan Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, yang menolak mengomentari Trump meski terlibat dalam upaya produksi vaksin di AS. "Saya tidak mendengarnya mengatakan itu," ucapnya.


Hal serupa juga dilakukan oleh juru bicara Layanan Kesehatan Gedung Putih ketika diminta mengonfirmasi hal ini, yang mengalihkan panggilan kembali ke Gedung Putih. Tak satu pun dari mereka memiliki jawaban langsung terhadap komentar Trump.

Sementara itu, pemerintahan Trump telah memilih lima perusahaan sebagai kandidat yang paling mungkin untuk menghasilkan vaksin untuk COVID-19 sebagaimana disampaikan The New York Times.

National Institutes of Health telah bekerja dengan perusahaan biotek Moderna pada vaksin potensial untuk mencegah COVID-19. Penasihat kesehatan Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, mengatakan awal pekan ini bahwa setidaknya ada empat percobaan vaksin potensial yang melibatkan dirinya secara langsung atau tidak langsung.

Sementara itu, WHO juga mengimbau pada seluruh masyarakat dunia untuk tetap berhati-hati terhadap virus ini hingga vaksinnya ditemukan. Tedros Adhanom Ghebreyesus bahkan mengklaim bahwa virus ini masih akan bertahan lama dan tak bisa berakhir dalam waktu dekat. "Jangan salah. Kita masih harus menempuh jalan panjang. Virus ini akan bersama kita untuk waktu yang lama," ujarnya.

Sedangkan Dale Fisher selaku pejabat Jaringan Peringatan dan Respons Wabah Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) justru menyebut vaksin virus tersebut kemungkinan baru akan siap pada akhir 2021 mendatang. Kemungkinan ini dinilai sangat masuk akal, mengingat kebutuhan uji coba Fase 2 dan 3 dari tiap vaksin untuk menjamin keamanan dan kemanjurannya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts