Trump Kritik Penasihat COVID-19 yang Beri Peringatan Soal Fase Baru Pandemi di AS
Dunia
Pandemi Virus Corona

Dalam kritiknya, Trump menyebut kondisi sebaliknya bahwa pandemi virus corona di AS sudah dapat dikendalikan. Dia bahkan berpikir untuk membuka kembali sekolah dan bisnis.

WowKeren - Presiden AS Donald Trump mengkritik penasihat virus corona Gedung Putih Deborah Birx usai dia memperingatkan Amerika Serikat telah masuki fase baru pandemi. Dalam kritiknya, Trump menyebut kondisi sebaliknya bahwa pandemi virus corona di AS sudah dapat dikendalikan. Dia bahkan berpikir untuk membuka kembali sekolah dan bisnis.

"Yah, saya pikir kami baik-baik saja dan kami telah melakukan dengan baik seperti halnya negara lain," kata Trump, sebagaimana dilansir dari CNN pada Selasa (4/8).

Trump menilai pernyataan Birx yang juga koordinator gugus tugas virus corona Gedung Putih itu bisa menjadi bumerang bagi pemerintah yang tengah berupaya melawan pandemi virus corona. Selain Trump, Birx juga diketahui mendapat serangan dari Ketua DPR Nancy Pelosi dan menganggapnya menyebarkan disinformasi.

Menurut Pelosi, Trump selalu menyebarkan informasi yang salah tentang virus corona, karena itu dia tidak percaya dengan Birx. "Jadi Crazy Nancy Pelosi mengatakan hal-hal buruk tentang Deborah Birx, menyerangnya karena dia terlalu positif pada tugas kami dalam memerangi Virus Tiongkok, termasuk vaksin dan terapi. Namun untuk melawan Nancy, Deborah justru menyambut umpan dan menyerang kami. Menyedihkan!" kata Trump di Twitter.


Ini merupakan kali pertama Trump mengkritik Birx. Sebelumnya dia dan sejumlah pejabat Gedung Putih lainnya lebih sering menyerang pakar penyakit menular Anthony Fauci. Birx sendiri sebelumnya memperingatkan bahwa AS telah memasuki fase baru pandemi virus corona. Dia mengatakan virus corona tak hanya mengancam kota-kota besar, tetapi juga ke daerah pedesaan.

Menurut Birx, apa yang terjadi saat ini berbeda dari Maret dan April. "(Pandemi) ini tersebar luas, masuk ke daerah pedesaan begitupun daerah perkotaan. Untuk semua orang yang tinggal di daerah pedesaan, Anda tidak kebal atau terlindungi dari virus ini," ujarnya. "Kami berada dalam fase baru."

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini AS telah mencatat sebanyak 4,863,077 kasus COVID-19 berdasarkan data statistik Worldometers.info. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 158,975 jumlah kematian dan 2,448,305 pasien sembuh. AS sendiri menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia.

Sedangkan secara global, tercatat ada lebih dari 18,4 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 698,272 angka kematian. Ada lebih dari 11,7 juta pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini kasus aktif COVID-19 menyentuh angka 6,076,714 orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts