Ini Poin Penting Debat Pamungkas Trump dan Biden: Sama-Sama Tolak Lockdown Imbas Wabah Corona
nytimes.com
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kedua Capres AS itu sudah mengikuti debat pamungkas pada Kamis (22/10) malam waktu setempat. Dari berbagai momen kunci, topik soal pandemi COVID-19 masih menjadi yang paling dibahas.

WowKeren - Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Joe Biden resmi menyelesaikan rangkaian debat mereka pada Kamis (22/10) malam waktu setempat. Dan dalam kesempatan itu ada beberapa poin penting yang didebatkan dengan dominansi pada topik pandemi COVID-19.

Trump masih dengan kepercayaan dirinya bahwa pandemi COVID-19 akan berlalu dengan warga AS sebagai "agen pembalik keadaan", yang kemudian dibantah Biden. "(Trump) selalu berkata kita mulai belajar untuk hidup berdampingan dengan wabah Corona. (Padahal faktanya) orang-orang bersiap meninggal karenanya," kata Biden, dilansir dari CNN, Jumat (23/10).

Biden pun menjanjikan fasilitas kesehatan memadai di era pemerintahannya. "Rencana Bidencare akan menyediakannya," tegas Biden.

Namun Trump tentu langsung melawannya dengan menyatakan tidak meneruskan rencana Obamacare, selayaknya Bidencare, dan mempersiapkan rencana lain. Yang sayangnya hingga kini belum juga terlaksana.

Mereka juga memiliki pandangan berbeda soal bagaimana pemerintah pusat menanggapi cara New York mengendalikan wabah COVID-19. Diketahui New York mengambil sikap tegas dengan me-lockdown sementara hingga membuat Trump menilainya sebagai "Kota Hantu". New York sendiri mengambil kebijakan ini karena pemimpinnya yang dari Partai Demokrat, partai pengusung Biden.


"New York sudah seperti Kota Hantu. Banyak restoran yang mati, bisnis pun sudah tidak memiliki uang," kritik sang presiden.

"(Tetapi) lihat bagaimana New York bisa melandaikan kurva, terutama dari segi jumlah kasus meninggal," sanggah Biden. "Saya juga tidak akan melihat dia negara bagian 'biru' (Demokrat) atau 'merah' (Republik). Mereka tetap bagian dari AS."

Namun secara mengejutkan keduanya mengambil sikap serupa dengan menolak lockdown satu negara demi mengendalikan pandemi COVID-19. "Kita tidak bisa menutup negara kita. Kita tidak akan mengunci diri di dalam basement seperti Joe," ujar Trump, sembari sedikit menyindir Biden yang memang luar biasa protektif terhadap wabah COVID-19.

Biden sendiri menyampaikan ide yang kurang lebih serupa, namun dalam polesan kalimat lebih halus. "(Kita akan) 'menutup' (mematikan) virusnya, bukan negaranya," pungkas Biden.

Selain itu, mereka juga turut membahas intervensi negara lain terhadap Pemilu AS, masalah anak-anak pengungsi di perbatasan yang terpisah dari orang tua, hingga hubungan AS dengan pimpinan Korea Utara Kim Jong Un. Dan seperti biasanya, baik Trump dan Biden memiliki perspektif yang berbeda.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts