Intip 8 Dampak Kurang Tidur Bagi Kesehatan, Yuk Hindari Kebiasaan Begadang Mulai Sekarang!
Shutterstock/Anthony
Health

Mendapatkan tidur yang cukup merupakan hal yang penting karena hal ini akan berpengaruh pada kesehatan dan aktivitas kalian. Sayangnya, tidak sedikit orang yang tidak memerhatikan lama waktu tidur mereka.

WowKeren - Mendapatkan tidur yang cukup merupakan hal yang penting. Bukan tanpa alasan, hal ini akan berpengaruh pada kesehatan dan aktivitas kalian. Rekomendasi durasi jam tidur antara satu orang dan lainnya bisa berbeda-beda tergantung usia. Semakin bertambah usia seseorang, kebutuhan waktu tidur cenderung semakin berkurang.

Idealnya, manusia dewasa disaran kan tidur selama 7-9 jam sehari. Selain itu kalian disarankan untuk mulai tidur lebih awal di malam hari dan bangun lebih cepat di pagi hari. Kalian juga harus tahu kapan waktu yang paling baik untuk mulai memejamkan mata dan tertidur, serta kapan harus bangun pagi.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang tidak memerhatikan lama waktu tidur mereka. Padahal, kurang tidur dapat merugikan kesehatan. Berikut tim WowKeren rangkum 8 masalah kesehatan yang sering dialami jika kalian mendapatkan tidur yang kurang. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Sistem Kekebalan Tubuh Menurun


Sistem Kekebalan Tubuh Menurun
Getty Images/Drazen Zigic

Saat tidur, tubuh akan melepaskan sitokin. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein-protein yang dinamakan sitokin. Sitokin dibutuhkan untuk membantu tubuh melawan infeksi, peradangan, dan stres. Jika kalian kurang tidur, maka produksi sitokin ini juga akan berkurang.

Kurang tidur juga menyebabkan menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dan kinerja sel dalam memerangi infeksi. Hal ini tentu saja dapat berdampak buruk pada ketangguhan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, dan kecepatan proses kesembuhan secara alami. Selain itu, sebanyak 9 dari 10 orang yang menderita insomnia ternyata juga menderita berbagai penyakit serius.

2. Daya Ingat Berkurang


Daya Ingat Berkurang
Getty Images

Kurang tidur atau kebiasaan begadang bisa memengaruhi kemampuan otak untuk memahami informasi baru lewat dua cara. Pertama, kamu akan menjadi tidak fokus, sehingga otak sulit untuk menerima informasi baru. Dengan begitu, kamu tidak dapat belajar dengan efisien. Kedua, kurang tidur berdampak pada kemampuan mengingat.

Daya ingat yang lemah akan mempersulit untuk menyimpan informasi baru yang telah dipelajari ke dalam ingatan. Ketika mengantuk, seseorang cenderung menjadi gampang lupa. Selain karena konsentrasi dan fokus otak yang memburuk akibat kurang tidur, ingatan juga perlahan memburuk. Hal ini terjadi karena saraf-saraf dalam otak yang menyimpan ingatan tidak mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri.

3. Resiko Penyakit Jantung Meningkat


Resiko Penyakit Jantung Meningkat
Unsplash/Jesse Orrico

Jika kalian kurang istirahat, maka kalian dapat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai penyakit, di antaranya penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Hal ini karena saat kurang tidur tubuh akan meningkatkan tekanan darah dan inflamasi zat kimia tingkat tinggi.

Dua hal ini merupakan hal penting dalam terciptanya penyakit jantung. Saat kurang tidur, tubuh kalian juga akan melepaskan banyak insulin, yaitu hormon penurun gula darah. Seseorang yang kurang tidur mempunyai kadar gula darah yang tinggi, dan berisiko terkena diabetes tipe 2.

4. Konsentrasi Terganggu


Konsentrasi Terganggu

Para peneliti telah menemukan bahwa akibat kurang tidur atau begadang dapat menyebabkan kewaspadaan dan konsentrasi otak menurun. Tak heran jika setelah berjam-jam atau bahkan berhari-hari tidak tidur nyenyak, seseorang jadi gampang lupa dan sulit untuk berpikir jernih.

Dalam dunia medis, kondisi gangguan berpikir akibat otak yang kelelahan ini sering disebut sebagai brain fog. Namun, kalian mungkin lebih familiar dengan istilah telat berpikir atau lemot. Otak pada pengidap kondisi ini akan kesulitan mengambil keputusan penting. Meski terkesan sepele, brain fog ini tidak boleh disepelekan karena, bisa jadi merupakan gejala awal dari penyakit demensia loh.

5. Sakit Kepala Berkepanjangan


Sakit Kepala Berkepanjangan
Unsplash/Javi Hoffens

Jika kalian sering merasa sakit kepala, coba pikir kembali apa kalian sudah mendapat tidur yang cukup. Sakit kepala akibat kurang tidur dapat berupa migrain, yaitu sakit kepala sebelah yang akan berdampak pada aktivitas harian yang kalian lakukan. Apabila tubuh mengalami kelelahan akibat kurang tidur, suplai oksigen ke otak akan mengalami kekurangan.

Otak merupakan organ yang paling sensitif dan memerlukan oksigen dalam jumlah banyak. Apabila jumlah oksigen ke otak kurang, bisa timbul gejala seperti pusing, serta kemampuan ingatan atau memori yang menurun. Hal ini biasanya disebut dengan sleep apnea.

6. Gairah Seks Menurun


Gairah Seks Menurun

Para pria dan wanita yang kurang tidur, dilaporkan mengalami penurunan hasrat untuk melakukan hubungan seksual dan memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih rendah. Hasrat dan ketertarikan mereka berkurang akibat kelelahan, rasa kantuk, dan meningkatnya stres karena kurang tidur. Pria yang kurang tidur juga lebih berisiko mengalami lemah syahwat.

Bagi pria yang menderita sleep apnea, di mana terdapat masalah pernapasan yang mengganggu tidur, kemungkinan ada faktor lain yang berdampak kepada kurangnya minat seksual, yaitu kadar hormon testosteron. Setidaknya, separuh pria penderita sleep apnea dilaporkan memiliki kadar testosteron yang rendah loh.

7. Mood Tidak Stabil


Mood Tidak Stabil
Getty Images

Dampak buruk akibat kurang tidur juga terjadi pada suasana hati (mood) yang Anda miliki sepanjang hari. Kalian akan mudah mengalami perubahan mood (mood swing) dan menjadi kurang sabar. Keadaan yang lebih emosional ini dapat berdampak besar ketika kalian diharuskan mengambil keputusan penting dan dapat mengganggu produktivitas kerja.

Apabila kondisi kurang tidur menjadi kronis, masalah lain seperti gangguan halusinasi dapat muncul. Halusinasi yang umumnya dialami berupa halusinasi auditorik, yaitu kondisi di mana seseorang mendengar suara yang sebenarnya tidak ada. Selain itu, halusinasi visual juga bisa terjadi. Pada seseorang yang memiliki gangguan bipolar, kekurangan tidur dapat memicu munculnya episode mania.

8. Percepat Penuaan Dini


Percepat Penuaan Dini
Getty Images/iStockphoto/master1305

Tidur sangat memainkan peran penting dalam regenerasi sel kulit. Bila Anda sering kekurangan waktu tidur, kemampuan alami kulit dalam memperbarui diri otomatis akan berkurang. Akibatnya kulit Anda jadi terlihat kusam, timbul kerutan halus, dan terdapat lingkaran hitam di bawah mata.

Hal ini terjadi akibat meningkatnya produksi hormon kortisol pada orang yang kurang tidur. Hormon kortisol yang berlebihan dapat menghancurkan kolagen, yang berfungsi menghaluskan dan menjaga elastisitas kulit. Kurang tidur juga menyebabkan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan, yang berperan dalam meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

Intip juga artikel ini yuk untuk mengetahui beberapa aplikasi gratis ini bantu kalian dapatkan tidur malam berkualitas. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui bahaya yang mengintai jika terlalu sering tidur di lantai.

You can share this post!

Related Posts