Trump Kembali Ungkit Kecurangan Pilpres, Yakin Ada Suara Tidak Sah Ikut Dihitung
AP
Dunia
Pilpres AS 2020

Sang Capres petahana menuding rival politiknya, Partai Demokrat, sudah mencuri suara yang seharusnya untuknya. Ia juga meyakini Pilpres dicurangi dengan menghitung suara yang tidak sah.

WowKeren - Capres petahana Donald Trump kembali menunjukkan kepercayaan dirinya. Ia kembali mengklaim kemenangannya di Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 meski hasil penghitungan suara belum dirilis.

Tak hanya itu, Trump juga kembali menyuarakan narasi bahwa Pemilu kali ini telah dicurangi. Ia menyebut rival serta media sudah mencuri suara untuknya, sebuah tudingan yang nyatanya hingga kini tak bisa ia buktikan.

Capres dari Partai Republik itu meyakini bisa menang kalau panitia hanya menghitung suara-suara sah. Sayangnya, menurut Trump, Pemilu sudah dicurangi sehingga banyak suara tidak sah yang akhirnya dihitung dan merugikannya.

"Kalau hanya menghitung suara yang sah, saya sudah pasti menang," tegas Trump. Namun pernyataan ini sudah dilawan balik oleh sejumlah pihak yang menyebut setiap suara yang masuk sudah dipastikan sah, sedangkan suara yang masuk lewat pos pun baru dihitung usai pemungutan suara pada Rabu (4/11) kemarin.


Trump juga menuduh Partai Demokrat, yang notabene merupakan rival politiknya, sudah mencuri suara. "Mereka mencoba mencuri suara di Pemilu, mereka mencoba merusak Pemilu," tuding Trump, dikutip dari CBS News, Jumat (6/11).

"Kami ingin Pemilu yang jujur! Kami ingin penghitungan suara yang jujur!" imbuh Trump. Pernyataan Trump ini sendiri, dalihnya, dimaksudkan untuk memicu rasa waspada masyarakat meski di satu sisi malah dianggap meremehkan demokrasi Amerika Serikat.

Calon Presiden Trump, Mike Pence juga memberikan reaksi serupa terkait pernyataan Trump itu. "Kita harus menghitung semua suara yang SAH," tegasnya lewat Twitter.

Sampai saat ini persaingan perolehan suara antara keduanya masih terus terjadi. Hingga pagi ini, Capres dari Partai Demokrat Joe Biden masih memimpin perolehan sementara dengan nyaris mendekati 270 electoral votes, yang merupakan kunci untuk memenangkan kursi di Gedung Putih.

Kendati demikian masih ada beberapa negara bagian kunci yang belum menyelesaikan penghitungan suaranya. Bahkan beberapa negara bagian masih menerima surat suara yang masuk lewat pos hingga pekan depan, menjadi alasan diyakininya hasil Pilpres AS akan terlambat diumumkan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts