Ramai Cukai Rokok Bakal Naik Lagi, Sri Mulyani Buka Suara
Nasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan jika dalam mengambil kebijakan, pemerintah akan melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai kalangan untuk mendapatkan beragam pandangan.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi ramainya pembicaraan tentang tarif cukai rokok yang akan naik lagi tahun depan. Kendati sudah dipastikan akan naik, berapa besar angka kenaikannya masih belum ditetapkan.

Sri mengakui jika kebijakan ini menuai pro kontra. Pihak yang kontra misalnya adalah petani tembakau. Kendati demikian, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut ada juga pihak yang ingin jika tarif cukai rokok ini dinaikkan.

"Kemarin ada demo dari para buruh rokok mereka datang ke Monas, minta menemui Presiden," kata Sri dalam kuliah umum, Rabu (18/11). "Petani juga ada yang demi meminta agar tarif cukai rokok tidak naik. Sementara di sisi lain ada yang minta naik banget."

Yang jelas, wanita yang akrab disapa Ani ini memastikan jika dalam mengambil kebijakan, pemerintah akan melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai kalangan. Sehingga dengan begitu akan ada semakin banyak pandangan dan bisa menghasilkan kebijakan yang saling menguntungkan berbagai pihak atau win win solution.


Begitu juga dengan cukai rokok. Terkait kenaikan cukai rokok, rencana ini sudah ada dalam kerangka menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kenaikan cukai rokok diharapkan mampu menurunkan tingkat konsumsi masyarakat atas rokok. Selain itu, kenaikan cukai rokok ini juga menjadi sumber penerimaan negara tahun depan.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya memperhatikan antisipasi dampak yang ditimbulkan, misalnya terkait kemunculan celah rokok ilegal. Begitu juga dengan tenaga kerja yang akan terdampak. "Nanti tarif cukai rokok akan dikeluarkan pada waktunya, untuk tujuan paling optimal dan dalam objektif yang cukup banyak," ujarnya.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan rokok kecil yang tergabung dalam Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) khawatir jika kenaikan cukai rokok bisa memicu terjadinya gelombang PHK. Hal ini mengingat industri tembakau merupakan industri padat karya yang cukup menyerap banyak tenaga kerja terutama di segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts