Jelang Lengser Trump Malah Instruksikan 'Buka Pintu' Meski COVID-19, Biden Tegas Menolak
Dunia
Pandemi Virus Corona

Trump mencabut larangan perjalanan internasional yang disebut akan berlaku mulai Selasa (26/1) pekan depan. Padahal besok Rabu (20/1) Biden sudah dilantik untuk menggantikannya.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kebijakan kontroversial jelang serah-terima jabatan kepresidenan pada Rabu (20/1) waktu setempat. Kali ini Trump memberi restu untuk melonggarkan larangan perjalanan dari Eropa dan Brasil.

Kebijakan ini disuarakan Trump pada Senin (18/1) malam waktu setempat. Yang membuat keputusan Trump menjadi lebih kontroversial, kurang dari sepekan yang lalu pemerintah menegaskan bahwa semua warga yang hendak memasuki AS, dari negara mana saja, harus bisa menunjukkan hasil negatif COVID-19 sebelum terbang.

Trump pun menetapkan kebijakan ini resmi dimulai pada Selasa (26/1) pekan depan. Namun demikian, pemerintahan Joe Biden dipastikan tidak akan mengikuti arahan Trump tersebut.

"Dengan kondisi pandemi yang memburuk, serta adanya varian baru (virus Corona) yang lebih menular di berbagai belahan dunia, ini bukan waktunya kita untuk membatalkan kebijakan pembatasan perjalanan internasional," tegas Juru Bicara Biden, Jen Psaki, lewat Twitter-nya.


"Sesuai dengan saran dari tim medis kami, pemerintah tidak akan membatalkan pembatasan itu pada 26/1," imbuh Psaki, dikutip pada Selasa (19/1). "Sebagai gantinya, kami malah berencana untuk menguatkan sistem pemeriksaan kesehatan di lingkup perjalanan internasional untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas."

Di sisi lain, kebijakan ini disebut-sebut menjadi tindaklanjut dari keputusan pemerintah mengharuskan semua imigran menunjukkan hasil negatif COVID-19 saat melakukan perjalanan internasional. Pembatalan restriksi ini sendiri berlaku untuk siapapun yang baru bepergian dari Brasil, 26 negara di Eropa dan Irlandia, dalam jangka waktu 2 pekan sebelumnya.

Namun Trump menegaskan bahwa kebijakannya akan tetap berlaku ketat untuk membatasi perjalanan internasional dari Iran dan Tiongkok. Perihal pembatalan kebijakan ini pun dikaitkan dengan desakan sejumlah maskapai yang sudah merugi miliaran dollar akibat pembatasan juga kewajiban negatif COVID-19 sebelum terbang.

Maskapai-maskapai pun mencatat terjadi penurunan tajam, baik dari segi jumlah perjalanan internasional maupun domestik selama pandemi COVID-19 berlangsung. Bahkan hingga kini, dilansir dari CNBC, kebanyakan negara Eropa masih melarang WN AS untuk masuk ke wilayah mereka demi menghindari penularan virus Corona lebih jauh.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts