Waspada! Studi CDC Sebut Guru Berperan Dalam Penyebaran COVID-19 di Sekolah
Unsplash/Husniati Salma
Health
Pandemi Virus Corona

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan guru berperan penting dalam penularan virus corona di sekolah. Bagaimana penjelasannya?

WowKeren - Selama pandemi virus corona (COVID-19), berbagai negara di dunia memutuskan untuk menutup sekolah tatap muka dan mengalihkannya ke sistem pembelajaran jarak jauh (online). Hal ini dilakukan agar para siswa dan guru tak ikut terinfeksi COVID-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan guru berperan penting dalam penularan virus corona di sekolah. Pernyataan itu disampaikan terkait studi mengenai penggunaan masker dan penerapan jaga jarak yang terkadang tidak cukup untuk mencegah penyebaran COVID-19 di sekolah dasar di Georgia.

Studi ini sendiri dilakukan setelah investigasi melibatkan sekitar 2.600 siswa dan 700 staf sekolah di Georgia. Hasil studi menunjukkan sembilan kelompok kasus COVID-19 melibatkan 13 guru dan 32 sekolah di enam sekolah dasar.

Laporan CDC menemukan bahwa siswa yang duduk dengan jarak kurang dari satu meter dan tidak menggunakan masker dengan benar dalam beberapa kasus berkontribusi menyebarkan virus corona. Siswa yang makan siang di ruang kelas kian meningkatkan penyebaran COVID-19.


"Temuan ini menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam penularan (virus corona) di sekolah dan hal itu dapat terjadi ketika jarak fisik dan kepatuhan penggunaan masker tidak optimal," tulis laporan itu dikutip dari Reuters.

Dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Kematian mengungkap jumlah transmisi melibatkan dua kelompok. Pertama kemungkinan penularan guru ke guru, kedua diikuti dengan penularan dari guru ke siswa di ruang kelas. Hasil penyelidikan mengungkap penularan virus corona dari guru memicu sekitar setengah dari 31 kasus yang menyebar di sekolah.

Para peneliti dan lembaga yang terlibat dalam studi tersebut mengatakan ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa sekolah menjadi tempat penyebaran COVID-19 di Wisconsin. Penyebaran virus corona secara signifikan lebih rendah saat di dalam sekolah, dibandingkan penularan di komunitas sekitarnya.

CDC memperingatkan studi ini memiliki sejumlah batasan, termasuk sulitnya menentukan apakah penularan virus corona di sekolah atau di luar komunitas lokal. Para peneliti juga mengatakan adanya tantangan dalam membedakan dua jenis penularan ketika rata-rata kasus corona di AS per 100 ribu orang melampaui 150 dalam sepekan.

Dengan adanya riset ini, CDC berharap bisa menjadi pertimbangan agar pendidik masuk dalam penerima vaksin COVID-19 sebagai langkah mitigasi tambahan. Data statistik mencatat AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus dan kematian tertinggi akibat COVID-19 di dunia. AS memiliki lebih dari 28 juta kasus dengan lebih dari 500 ribu kematian.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts