Joe Biden Jatuhkan Sanksi Terkait Tuduhan Peretasan, Rusia Sebut Omong Kosong
Instagram/joebiden
Dunia

Badan intelijen luar negeri SVR Rusia, seperti yang dilaporkan kantor berita Interfax, menyebut tuduhan Gedung Putih terkait serangan dunia maya hanya omong kosong.

WowKeren - Amerika Serikat pada Kamis (15/4) sore mengumumkan serangkaian sanksi besar-besaran terhadap Rusia. Keputusan ini berkaitan dengan upaya Rusia yang dianggap telah melakukan intervensi dalam Pemilu AS serta peretasan di dunia maya.

Presiden AS Joe Biden mengatakan jika pihaknya sudah menjelaskan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa AS bisa mengambil langkah lebih jauh. Namun dikatakannya, AS akan lebih proporsional dalam mengambil tindakan.

"Saya sudah menjelaskan kepada Presiden Putin bahwa kami bisa melangkah lebih jauh," kata Biden Kamis sore dari Ruang Timur Gedung Putih. "Tetapi saya memilih untuk tidak melakukannya, saya memilih untuk proporsional."

Selama pidatonya, Biden mengatakan jika AS akan mencoba berdiri tegak untuk melawan Rusia atas tindakan mereka. Di lain sisi, ia juga menekankan jika AS menginginkan hubungan diplomasi yang baik serta menjaga dialog terbuka antar kedua negara.


"Amerika Serikat tidak ingin memulai siklus eskalasi dan konflik dengan Rusia," paparnya. "Kami menginginkan hubungan yang stabil dan dapat diprediksi."

Adapun langkah ini adalah tindakan pertama yang dilakukan AS terhadap Rusia sebagai reaksi atas campur tangan dalam pemilihan presiden tahun lalu dan peretasan lembaga federal, yang dikenal sebagai pelanggaran Solarwinds. Gedung Putih mengatakan akan mengusir 10 diplomat Rusia di Washington, termasuk, "perwakilan dari dinas intelijen Rusia."

Penjahat dunia maya Rusia telah meretas perangkat lunak yang banyak digunakan dengan kode berbahaya. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengakses jaringan dari setidaknya sembilan lembaga yang diyakini pejabat AS sebagai operasi pengumpulan intelijen yang bertujuan untuk menggali rahasia pemerintah.

Sementara itu, Badan intelijen luar negeri SVR Rusia seperti yang dilaporkan kantor berita Interfax, menyebut tuduhan Gedung Putih terkait serangan dunia maya tak lebih dari sebuah omong kosong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan keputusan AS justru akan menimbulkan keraguan tentang kebijakan untuk memakai mata uang dolar AS maupun sistem pembayaran Barat.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts