Gelombang Ketiga Mengancam, Jokowi Larang Senang-Senang Berlebihan Walau Sudah Divaksin
BPMI Setpres
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Joko Widodo juga mengingatkan tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi akan berakhir, bahkan kemungkinan wabah COVID-19 tak akan hilang secara total.

WowKeren - Ancaman gelombang ketiga COVID-19 sudah sempat disampaikan para pakar kesehatan, yang kemungkinan akan datang pada Desember 2021. Sedangkan di sisi lain, Presiden Joko Widodo juga kembali menegaskan bahwa kemungkinan pandemi COVID-19 tidak akan hilang secara total.

"Pandemi COVID-19 belum bisa diprediksi secara pasti kapan akan betul-betul berakhir. COVID-19 tidak mungkin hilang secara total," kata Jokowi pada Jumat (24/9). "Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan penyebaran COVID-19."

Dan cara untuk mengendalikannya, menurut Jokowi, termasuk dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin serta mengikuti vaksinasi. Karena itu pula saat ini pemerintah terus menggencarkan kegiatan vaksinasi di berbagai daerah, bahkan melalui program "jemput bola" alias door to door ke rumah warga.

"Kita ingin seluruh masyarakat Indonesia terlindungi, para lansia terlindungi, ibu-ibu hamil terlindungi," imbuh Jokowi. "Para penyandang disabilitas terlindungi, sampai anak-anak kita terlindungi dari risiko yang berat."


Meskipun demikian, warga pun tidak boleh senang-senang berlebihan walaupun sudah menerima vaksin COVID-19. Sebab yang terpenting setelahnya adalah masyarakat tetap menjaga kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

"Meskipun sudah divaksin kita tidak boleh senang-senang berlebihan," tutur Jokowi. "Kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat, memakai masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dengan bersih."

"Protokol kesehatan harus menjadi kebiasaan baru dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Adaptasi kebiasaan baru ini adalah kunci penting agar kita bisa melakukan transisi dari pandemi ke endemi," sambung sang RI 1.

Dan sebagai penutup, Jokowi pun mengimbau masyarakat untuk ikut berkolaborasi menyukseskan program vaksinasi yang tengah digalakkan secara massal oleh pemerintah. "Semua pihak harus berkolaborasi meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi aman dan halal, mempercepat vaksinasi di tempat-tempat yang bisa dijangkau untuk menyentuh sebanyak mungkin masyarakat yang belum divaksin," pungkasnya.

Prediksi datangnya gelombang ketiga COVID-19 pada akhir 2021 ini sempat disuarakan oleh beberapa pakar kesehatan. Dan meski kini angka reproduksi virus Corona RI sudah turun sampai di bawah satu, bukan berarti wabah COVID-19 sudah terkendali.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts