Putra Mahkota Fumihito Ayah Mako Buka Suara Soal Pernikahan Anaknya yang Digelar Tanpa Pesta
Dunia

Putra Mahkota Fumihito mengatakan bahwa dia harus mengambil keputusan sulit untuk membatalkan upacara tradisional untuk pernikahan putri sulungnya Mako Komuro karena kegelisahan publik.

WowKeren - Pernikahan yang terjadi antara Mako Komuro dan sang pujaan hati Kei Komuro di Jepang beberapa waktu lalu memang sempat menyedot perhatian publik. Mako yang sebelumnya merupakan putri dari putra mahkota harus melepas gelar kebangsawanannya lantaran memilih untuk menikah dengan rakyat biasa.

Tak seperti anggota kerajaan pada umumnya, Komuro dan suaminya tak menggelar pesta secara besar-besaran. Kini, sang ayah, putra mahkota Jepang Fumihito, yang merupakan adik dari Kaisar Naruhito buka suara terkait pernikahan yang sarat akan kontroversi itu.

Fumihito mengatakan bahwa dia harus mengambil keputusan sulit untuk membatalkan upacara tradisional untuk pernikahan putri sulungnya Mako Komuro karena kegelisahan publik atas perselisihan uang yang melibatkan keluarga suaminya. Hal itu disampaikan olehnya pada Selasa (30/11) melalui konferensi pers di Tokyo menjelang ulang tahunnya yang ke-56. Ia mengatakan bahwa sebagai akibat dari keputusan tersebut, "itu memberi kesan bahwa peristiwa dan upacara keluarga kekaisaran adalah hal yang sangat sepele."


Sebagaimana diketahui, pada tanggal 26 Oktober, putri sulungnya menikah dengan Kei. Namun, upacara tradisional yang terkait dengan pernikahan kerajaan seperti "Nosai no Gi" tidak diadakan. Agensi mengungkapkan sebelum pernikahan bahwa mantan putri telah didiagnosis dengan gangguan stres pasca-trauma yang kompleks menyusul serangkaian laporan media tentang perselisihan keuangan.

"Pencemaran nama baik, baik di majalah atau online, tidak dapat diterima," kata putra mahkota mengenai kesehatan mental putrinya saat dia menekankan perlunya menetapkan "kriteria untuk menyangkal" berita palsu.

Merefleksikan sikap putri sulungnya sebagai anggota keluarga kekaisaran, putra mahkota mengatakan Mako "selalu mengutamakan tugas resmi." Dia mengungkapkan bahwa dia ikut mengantarnya pergi pada hari pernikahannya dengan harapan terbaik untuk kehidupan barunya di Amerika Serikat, karena pasangan itu telah memutuskan "itu yang terbaik bagi mereka."

Lebih jauh, Fumihito juga berbicara mengenai alasan Mako batal menggelar konferensi pers di hari pernikahannya. Ia menyebut jika Mako menginginkan konferensi pers menjadi dua arah. "Tetapi sulit karena PTSD-nya yang kompleks," kata Fumihito.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts